Pria di Pekanbaru Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin di Kemaluan

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pria berusia 30 tahun di Pekanbaru terpaksa meminta bantuan tim medis dan petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Bukan karena kebakaran, melainkan akibat cincin yang terpasang di kemaluannya tidak bisa dilepaskan.

Peristiwa tersebut membuat pihak dokter di Rumah Sakit Madani menghubungi tim rescue Damkar untuk membantu penanganan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Pekanbaru, Zarman Candra, membenarkan adanya permintaan bantuan tersebut.

“Jadi kemarin kami dihubungi dokter Rumah Sakit Madani terkait adanya cincin yang tersangkut di kelamin pria. Mereka meminta bantuan tim rescue,” ujar Zarman, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga :  Kanwil Ditjenpas Riau, Maizar Serahkan SK Remisi Khusus Keagamaan Nyepi di Lapas Pekanbaru

Petugas Damkar sempat kebingungan saat pertama kali menerima laporan beserta foto kondisi korban.

Hal ini karena posisi cincin berada di area sensitif dan berisiko tinggi jika tidak ditangani dengan tepat.

Penanganan kemudian dilakukan dengan kolaborasi antara tim medis dan petugas rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pekanbaru.

Proses evakuasi cincin dilakukan dengan metode pemotongan menggunakan alat khusus.

“Karena posisinya di area rawan, penanganan harus ekstra hati-hati. Setelah melalui proses medis, cincin besi berhasil dipotong dan korban selamat,” jelasnya.

Dari keterangan korban, ia mengaku memasang cincin tersebut hanya karena iseng. Namun, situasi berubah menjadi panik ketika cincin tidak bisa dilepas.

Baca Juga :  Dandim 0302/Inhu Lakukan Peletakan Baru Pertama Pembangunan Gudang Gerai Kopdes Merah Putih

“Alasannya hanya iseng. Kami membantu dokter dalam proses penanganannya,” tambah Kabid Ops Damkar, Ibas Sembiring.

Petugas memastikan proses berjalan aman meski membutuhkan ketelitian tinggi. Kasus ini disebut sebagai yang pertama kali ditangani oleh tim rescue Damkar Pekanbaru.

“Ini kasus pertama, jadi penanganannya benar-benar harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko lebih besar,” tutup Ibas. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari ke 5, TNI Bersama Masyarakat Gesa Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Sukaraja Kuansing
Peduli Kesehatan WBP, Klinik Pratama Lapas Narkotika Rumbai Bagikan Vitamin
Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Patroli Malam Sat PJR Tol Permai: Tertibkan Kendaraan di Bahu Jalan, Jaga Keselamatan Pengguna Tol
Jadi Dokter Gadungan, Finalis Putri Indonesia Riau 2024 Ditetapkan sebagai Tersangka
Kanwil Dirjenpas Riau, Maizar Tegaskan Mekanisme Pemindahan Napi ke Lapas Nusakambangan
Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun, Lapas Narkotika Rumbai Salurkan Bantuan Gerobak dan Sembako
Syukuran Jembatan Perintis Garuda, Dandim 0302/Inhu: Buka Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Hari ke 5, TNI Bersama Masyarakat Gesa Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Sukaraja Kuansing

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Peduli Kesehatan WBP, Klinik Pratama Lapas Narkotika Rumbai Bagikan Vitamin

Rabu, 29 April 2026 - 12:59 WIB

Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian

Rabu, 29 April 2026 - 12:10 WIB

Patroli Malam Sat PJR Tol Permai: Tertibkan Kendaraan di Bahu Jalan, Jaga Keselamatan Pengguna Tol

Rabu, 29 April 2026 - 09:01 WIB

Jadi Dokter Gadungan, Finalis Putri Indonesia Riau 2024 Ditetapkan sebagai Tersangka

Berita Terbaru