Wahyudi El Panggabean: “Sebagian Besar Wartawan Indonesia tidak Paham Kode Ethik Jurnalistik”

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Sebagian besar persoalan Jurnalis di Tanah Air bersumber dari ketidakpahaman wartawan pada Kode Etik Jurnalistik Indonesia (KEJI).

“Tanpa memahami dan menerapkan Kode Etik, seorang wartawan akan tampil sebagai barbar, menyalahgunakan profesinya tanpa batas moral,” kata Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggavean, M.H., MT.BNSP.,C.PCT, Senin (8/12).

Berbicara sebagai Narasumber di hadapan puluhan Pemimpin Redaksi dan wartawan di Auditorium Kafe Hulu Balang, Ujung Batu, Rokan Hulu, Wahyudi menyebut:

“Kode Etik, adalah buku petunjuk dalam menjalankan profesi jurnalistik. Mulai dari prilaku, cara kerja sampai pada sikap serta keharusan permohonan maaf atas kesalahan seorang wartawan, diatur dalam KEJI,” katanya.

Dalam acara Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan, Dewan Pimpinan Daerah – Jurnalis Online Indonesia (DPD – JOIN) Kabupaten Rokan Hulu itu, Wahyudi meminta segenap wartawan untuk bersungguh-sungguh memelajari KEJI, agar paham dan bisa menerapkannya.

Dengan demikian, kata Wahyudi memahami KEJI, menjadi kebutuhan paling mendasar bagi seseorang yang memiliki keinginan kuat menjadi wartawan.

Baca Juga :  SD dan SMP Negeri di Pekanbaru Hari Ini Mulai Libur Awal Ramadhan 1446 H

Menurut Wahyudi, jika ingin menjadi wartawan, harus memiliki keinginan yang kuat. Jika keinginan hanya separo-separo, lanjutnya, lebih baik tidak usah.

“Belum ada sejarahnya, seseorang bisa sukses dalam sebuah profesi atau pekerjaan, tanpa didasari keinginan yang kuat,” kata Master Trainer berlisensi Badan Nasional Sertivikasi Profesi (BNSP) itu.

Pemahaman serta penerapan KEJI sebagai standar moral dan kinerja jurnalis, kata Wahyudi, sesungguhnya bukan saja menuntut: kecerdasan serta kesungguhan, lebih dari itu justru menuntut keuletan dan ketangguhan jiwa seorang wartawan.

“Memelajari dan memahami KEJI ini, adalah langkah awal dari proses panjang dedikasi seseorang dalam dunia jurnalistik,” kata penulis buku-buku jurnalistik itu.

Baca Juga :  Komitmen Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Pekanbaru Panen Raya Buah Melon

Wahyudi menekankan, jika seseorang tidak berupaya mencegah masalahnya sendiri, masalah tersebut akan tetap ada dan mengganggu.

“Luangkan waktu, satu jam saja sehari, pelajari, pahami dan terapkan KEJI dalam semua prosesi pekerjaan Anda: saat wawancara, menulis berita, meminta konfirmasi, Insya Allah dalam 1 bulan saja, Anda akan berhasil,” kata Wahyudi yang juga Hakim Ethik Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru itu. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Medsos! Dugaan Permainan di Penyeberangan Dumai-Rupat, DPRD akan Panggil Dishub
Mulai 8 Juni, Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Sasar Knalpot Brong, Travel Ilegal hingga Pengendara Tanpa Helm
DPP-SPKN Soroti Dugaan Tumpang Tindih Bansos Rp5,3 Miliar di Kampar, Desak Audit Menyeluruh
BASMI Riau: Guru Dituntut Cerdaskan Bangsa, Tapi Kesejahteraannya Masih Terabaikan
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Lirik Ikut Sukseskan Panen Jagung Kuartal II di Desa Sidomulyo
Cuaca Panas Hambat Pertumbuhan Jagung, Polsek Lirik Intensifkan Pemantauan
Estafet Jabatan di Disdik Riau, Fokus Perkuat Pelayanan dan Sukseskan SPMB 2026/2027
Cegah Kebakaran, Pemko Pekanbaru Bersama PLN Lakukan Perbaikan Instalasi Listrik di Rumah Warga

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:56 WIB

Viral di Medsos! Dugaan Permainan di Penyeberangan Dumai-Rupat, DPRD akan Panggil Dishub

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:50 WIB

Mulai 8 Juni, Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Sasar Knalpot Brong, Travel Ilegal hingga Pengendara Tanpa Helm

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:27 WIB

DPP-SPKN Soroti Dugaan Tumpang Tindih Bansos Rp5,3 Miliar di Kampar, Desak Audit Menyeluruh

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:52 WIB

BASMI Riau: Guru Dituntut Cerdaskan Bangsa, Tapi Kesejahteraannya Masih Terabaikan

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:15 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Lirik Ikut Sukseskan Panen Jagung Kuartal II di Desa Sidomulyo

Berita Terbaru