Wahyudi El Panggabean : “OTT KPK terhadap Gubernur Riau, Diprediksi Masih Berlanjut”

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Riau, diprediksi (masih) akan terus berlanjut di masa mendatang.

Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center, Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., C.PCT, mengemukakan itu, kepada sekelompok Pemimpin Redaksi Media Berita, di Pekanbaru, Rabu (5/11) siang.

“Kecuali, yang menduduki kursi Gubernur Riau itu, sosok yang berani tampil hidup sederhana melawan segala kehidupan glamour dan hedonis, sebagai akar prilaku korup,” kata Wahyudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wahyudi yang sudah berprofesi sebagai jurnalis sejak era Gubernur Riau, Imam Munandar itu, menilai, OTT yang dilakukan KPK adalah konsekuensi atas sebuah pilihan para pelaku korup.

Baca Juga :  Viral Dugaan Pencatutan Data Anak di Dapodik PAUD, Kemendikdasmen Janji Tindak Tegas jika Terbukti

“Apakah, penangkapan KPK kepada tiga Gubernur Riau terdahulu, karena korupsi, tidak cukup jadi pelajaran?” Wahyudi bertanya.

Berdasarkan peristiwa di masa silam, demikian Wahyudi, dari prosesi dan rangkaian proses hukum oleh KPK, terhadap para mantan Gubernur Riau, alur dan karakteristik serta motifnya, nyaris sama. Masih seputar dugaan suap.

Itu artinya, kata Wahyudi, motif terbaru yang dilakoni Gubernur Riau, Abdul Wahid, tampaknya dilakukan secara sadar. Sadar bahwa itu prilaku korup. “Yah, konsekuensinya: OTT-lah,” katanya.

“Terlepas, apakah ada motif politik di balik OTT terhadap mereka. Yang pasti, laporan: ada, peristiwanya: ada. Kemudian, KPK bergerak,” jelas Wahyudi.

Baca Juga :  Klarifikasi SMA Negeri 6 Tapung: Belum Ada Pembukaan Resmi SPMB di Sekolah

Jika ditelusuri saksama, sistem politik yang dilalui seorang Gubernur, katanya, sudah diawali permainan “doku” saat merebut partai pencalon.

Proses pemilihan untuk merebut suara rakyat di Pilkada, katanya diduga juga butuh dana besar.

“Wajar, jika kelak sudah menjabat, dana-dana proyek itulah yang dijadikan penalangnya,” kata Wahyudi.

Jadi sesungguhnya, kata Wahyudi, mereka yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau dulunya, tidak mungkin tidak menyadari bahwa sistem dagang politik ini tidak punya risiko hukum.

“Lantas, apakah ada sosok yang terbebas dari sistem ini?” tanyanya.

Baca Juga :  Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Pada Blok Hunian

Jadi, jelas Wahyudi, prediksi bahwa Gubernur Riau yang ditangkap KPK, tidak berhenti sampai yang ke-empat ini adalah keniscayaan.

“Kecuali, sosok Gubernur Riau di masa depan adalah sosok yang berani melawan sistem, hidup sederhana. Jauh dari hedonisme dan plexing,” ungkap Wahyudi.

“Penentunya, ada pada sebagian besar masyarakat Riau, yang berkomitmen memilih figur Gubernur Riau yang jujur dan berakhlak Mulya,” tandasnya. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas
Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus
Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata
Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan
Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:40 WIB

Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page