Polda Metro Jaya Minta Jajarannya Lindungi para Jurnalis saat Meliput di Lapangan

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri meminta jajarannya untuk melindungi para jurnalis yang tengah meliput di lapangan.

Imbauan itu menyusul permohonan maaf Kapolda kepada pewarta foto ANTARA yang mendapatkan kekerasan dari aparat saat meliput demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin.

“Beliau menyayangkan kejadian yang dialami jurnalis foto ANTARA. Ke depannya, anggota sudah diinstruksikan untuk melindungi jurnalis di lapangan, terutama saat ada aksi demo,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary mewakili Kapolda Metro Jaya saat menyambangi ANTARA Heritage Center di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (25/8).

Ade Ary menegaskan bahwa pihaknya akan mencari anggota yang melakukan pemukulan itu untuk didisiplinkan.

“Bapak Kapolda sudah mengintruksikan Kabid Propam (Profesi dan Pengamanan) untuk cari anggota itu dan akan kami proses. Kita juga akan lakukan pendisiplinan internal bagi anggota kita,” tutur Ade Ary, dikutip dari Antara.

Sementara itu Pemimpin Redaksi (Pempred) ANTARA Irfan Junaidi mengatakan bahwa LKBN ANTARA telah memaafkan kejadian yang menimpa wartawannya.

“Tadi kami sudah bertemu dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya. Itu tanda ada itikad baik ya untuk menyelesaikan persoalan kekerasan yang dialami pewarta foto ANTARA, dan kami sudah maafkan,” kata Irfan.

Baca Juga :  Viral Dipermainkan Pelaku Usaha, Ketua KNPI Riau Sentil Telinga Wamenaker RI, Gubernur, Anggota Dewan dan Para Pejabat ini

Kendati demikian, Ia tetap meminta agar pihak Polda Metro Jaya memproses oknum polisi yang melakukan kekerasan.

“Dari pihak Polda tadi sudah menegaskan akan melakukan pendisiplikan kepada anggota bersangkutan ya. Kita juga sudah minta ke depannya, supaya wartawan di lapangan itu bisa meliput dengan aman,” imbuh Irfan.

Adapun Bayu Pratama, sang korban, juga telah memaafkan kekerasan yang dialaminya. Namun demikian, ia mengkritisi protokol pengamanan demostrasi yang tidak memperhatikan kerja jurnalisme di lapangan.

“Iya Pak, sebenarnya saya tadi itu saya sudah berusaha mencari titik aman. Tapi entah kenapa tadi masih dapat kekerasan,” kata dia.

Baca Juga :  Bitcoin Terkoreksi di Tengah Likuidasi Besar, Strategi DCA Direkomendasikan

Menurutnya, jika ada yang salah dengan kinerja jurnalismenya, hal itu bisa dikomunikasikan dengan baik.

“Kami enggak akan lari juga kok Pak. Bisa dikomunikasikan dengan baik sebenarnya,” imbuh Bayu. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Gerebek 3 Anggota DPRD Gerindra Pesta Narkoba, 7 Anggota Polisi Dimutasi
Polisi Tetapkan DK Ketua PP Siak sebagai Tersangka usai Tabrak Pelajar Hingga Tewas
AKBP Netty Rosdiana Siagian Mundur dari Polri, Singgung Hati Nurani dan Prinsip
Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia, Ini Sosok Hj. Suharti
Viral! Pukul Warga di Warung Kopi, Kapolres Kapuas Hulu Minta Maaf, Sepakat Diselesaikan Lewat Hukum Adat
Terkait Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Geledah 2 Pondok Pesantren
Limit Lelang di Bawah Nilai Appraisal, BRI Kramat Hadapi Ancaman Gugatan Hukum
Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:32 WIB

Usai Gerebek 3 Anggota DPRD Gerindra Pesta Narkoba, 7 Anggota Polisi Dimutasi

Minggu, 1 November 2026 - 22:31 WIB

Polisi Tetapkan DK Ketua PP Siak sebagai Tersangka usai Tabrak Pelajar Hingga Tewas

Minggu, 1 November 2026 - 16:24 WIB

AKBP Netty Rosdiana Siagian Mundur dari Polri, Singgung Hati Nurani dan Prinsip

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia, Ini Sosok Hj. Suharti

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Viral! Pukul Warga di Warung Kopi, Kapolres Kapuas Hulu Minta Maaf, Sepakat Diselesaikan Lewat Hukum Adat

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page