Selama pertemuan tersebut, beberapa ide dan gagasan juga muncul dari pengurus DPP LIRA. Hadi Purwanto, Wakil Presiden DPP LIRA, mengajukan ide tentang tax amnesty, sementara Astrid Nadya Rizqita, Menteri Luar Negeri DPP LIRA, mengungkapkan pentingnya meningkatkan kekuatan pertahanan negara, baik dari segi hard power maupun soft power, mengingat situasi global yang semakin kompleks.
Gubernur Ace merespon positif semua gagasan yang disampaikan, dan menekankan bahwa ketahanan negara tidak hanya bergantung pada sektor pertahanan fisik, tetapi juga pada pengelolaan kebijakan yang bijaksana, termasuk efisiensi anggaran negara.
Andi juga menyampaikan bahwa LIRA akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II setelah Lebaran dan berharap Gubernur Lemhannas dapat hadir untuk memberikan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan kepada seluruh jajaran pengurus LIRA di seluruh Indonesia. “Undangan resmi akan kami kirimkan setelah persiapan,” ujar Andi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menutup pertemuan, Gubernur Ace meminta bantuan LIRA untuk menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo kepada masyarakat luas, terutama mengenai pentingnya program Makan Bergizi Gratis, efisiensi anggaran, dan program prioritas lainnya yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian bangsa Indonesia di masa depan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, LIRA bertekad untuk mendukung terwujudnya visi ini demi kemajuan bangsa.
Perjumpaan ini menunjukkan sinergi yang semakin kuat antara Lemhannas dan LIRA, dengan harapan besar agar kerjasama ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan mandiri. **
Editor : Reza
Halaman : 1 2
























