SUARANEWS86.COM || Sumenep — Luas lahan pertanian tembakau di Sumenep tahun ini menyusut dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menilai faktor iklim menjadi penyebab utama.
Berdasarkan data DKPP Sumenep, pada 2024, luas lahan tanam tembakau mencapai 15 ribu hektare.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di tahun ini angka tersebut turun drastis menjadi hanya 8.000 hektare. Pertanian itu sangat erat kaitannya dengan cuaca.
Tahun ini terjadi kemarau basah, sehingga banyak petani yang mengurangi luas tanamnya, terang Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid.
Pria yang akrab disapa Inung itu menerangkan, bahwa banyak petani yang beralih ke komoditas lain. Mereka menanam bawang, cabai, dan lainnya. Itu mungkin menjadi opsi lain dari petani, jelasnya.
Seorang petani asal Kecamatan Guluk-Guluk Moh. Faiq menyampaikan, pada 2024 dirinya menanam 20.000 bibit tembakau.
Sementara tahun ini hanya separuhnya. ”Karena faktor cuaca yang tidak menentu. Jadi, kami khawatir nanti malah merugi”.
Namun demikian, tembakau di Sumenep masih menjadi harapan bagi banyak petani. Namun, risiko merugi akibat perubahan iklim membuat petani lebih berhati-hati.
Kami berharap kondisi iklim di tahun depan lebih mendukung. Kalau bagus, para petani pasti akan kembali menanam lebih banyak, ungkapnya. (Ions)


























