Lagi Istirahat, Pencari Bekicot Jadi Korban Salah Tangkap, Dituduh Mencuri Pompa Air

- Redaksi

Minggu, 9 Maret 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jateng — Nasib sial menimpa Kusyanto (38) warga Dusun Kuwojo Desa Dimoro Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Saat sedang beristirahat di tepi sungai usai mencari bekicot tiba tiba ia didatangi sejumlah orang salah satunya oknum anggota polisi berinisial IR.

Oleh sejumlah orang yang mendatanginya, Kusyanto dituduh mencuri pompa air milik warga. Peristiwa itu terjadi Minggu, (2/3) malam di Desa Suru Kecamatan Geyer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa bukti, kedua tanganya langsung diikat dan dinaikan sepeda motor untuk dibawa ke Desa Ngleses Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali.

Baca Juga :  TVRI Riau Syuting Jembatan Garuda Perintis di Inhu, Publikasikan Program Teritorial Kodim 0302/Inhu-Kuansing

Karena merasa tidak melakukan perbuatan tersebut, korban tidak melakukan perlawanan.

“Karena saya tidak mencuri, saya nurut dibawa kemanapun, saya dibonceng pakai sepeda motor dan diapit oleh polisi,” ungkap Yanto, Kamis (6/3).

Sesampainya di Desa Ngleses, beber Kusyanto, dia diajak masuk ke salah satu rumah untuk diinterograsi dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. 

Bersikukuh tak mengaku, Kusyanto dan sebuah karung berisikan bekecot serta sepeda motor miliiknya dibawa ke Polsek Geyer.

Dalam video berdurasi 27 detik yang sempat viral di medsos, korban tampak mendapat perlakuan kasar dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.

Baca Juga :  Polda Jabar Minta Maaf ke Satpam HI, 3 Anggota Polisi yang Terlibat Diproses Sidang Kode Etik

“Ayo ngaku gak, ngaku gak,” ucap IR sambil menunjuk nunjuk muka korban.

Dikutip dari Rmol, Kapolsek Geyer AKP Bambang Dwi Ranto tidak menafikan adanya peristiwa tersebut. Kusyanto sempat digelandang ke Mapolsek Geyer.

Namun, karena tidak ada bukti ia kemudian diserahkan pada keluarganya disaksikan oleh kepala desa disertai berita acara penyerahan.

“Berita acara penyerahan kepada keluarganya juga kita buatkan. Peristiwa ini sudah kami laporkan ke pimpinan dan sedang ditangani propam,”terang Bambang.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto mengatakan atas nama Polres Grobogan pihaknya meminta maaf atas peristiwa yang menimpa korban.

Baca Juga :  Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Pihaknya menyampaikan, terkait Aipda IR  sedang dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Sukoharjo dan 3 Personil Dinonaktifkan Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram
DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo
Tak ada Kaitan dengan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, 17 HP hingga Drone Dikembalikan, CCTV Masih Ditahan
Pesantren di Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi: Santriwati Ditodong Senjata, Balita Ikut Dibawa
Todongkan Senjata Laras Panjang ke Santriwati saat Geledah Ponpes, Komnas HAM Desak Propam Polri Periksa Aparat
Usai Gerebek 3 Anggota DPRD Gerindra Pesta Narkoba, 7 Anggota Polisi Dimutasi
Polisi Tetapkan DK Ketua PP Siak sebagai Tersangka usai Tabrak Pelajar Hingga Tewas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:36 WIB

Kapolres Sukoharjo dan 3 Personil Dinonaktifkan Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Senin, 2 November 2026 - 15:19 WIB

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram

Senin, 2 November 2026 - 13:18 WIB

DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 06:44 WIB

Pesantren di Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi: Santriwati Ditodong Senjata, Balita Ikut Dibawa

Senin, 2 November 2026 - 00:43 WIB

Todongkan Senjata Laras Panjang ke Santriwati saat Geledah Ponpes, Komnas HAM Desak Propam Polri Periksa Aparat

Berita Terbaru

Daerah

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram

Senin, 2 Nov 2026 - 15:19 WIB

You cannot copy content of this page