SUARANEWS86.COM || Pekanbaru — Panglima Barisan Muda (BM) Laskar Melayu Bersatu Nusantara (LMB Nusantara), Indra Gunawan SE menyerahkan surat ijin melakukan aksi demonstrasi damai kepada Polresta Pekanbaru, dalam hal ini diterima langsung Kepala Unit Intelijen Keamanan (Kanit Intelkam) Polresta Pekanbaru, AKP. Kimson B Simarmata SH, Rabu (03/09/2025) di Polresta Pekanbaru.
Panglima BM, Indra Gunawan seusai penyerahan surat tersebut kepada awak media menyampaikan, kegiatan ini menindaklanjuti instruksi dari Panglima Utama (Pangtama) LMB Nusantara, Datuk Besar Muhammad Uzer. LMB Nusantara akan melakukan aksi damai sebagai bentuk perlawanan terhadap dugaan praktik kotor yang terjadi dalam proses seleksi atlit panahan yang dilakukan Pemprov Perpani Riau beberapa waktu lalu.
“Selanjutnya kita (LMB Nusantara-red) akan melakukan aksi damai. Ini adalah wujud perjuangan bermarwah bagi generasi negeri ini. Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali dimasa yang akan datang,” ucap Panglima BM LMB Nusantara, Indra Gunawan SE setelah penyerahan surat aksi demonstrasi damai tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut Panglima BM, “Diduga, terindikasi kuat telah terjadi praktik nepotisme, kolusi, dan tindak ketidakadilan yang telah menciderai semangat sportifitas, meruntuhkan prinsip meritokrasi, serta merampas hak-hak atlit berprestasi yang seharusnya diberi kesempatan berdasarkan kemampuan, bukan karena kedekatan atau hubungan kekeluargaan,” ungkap Panglima BM.
Direncanakan, aksi damai akan dilakukan pada Selasa (09/09/2025) di depan kantor Gubernur Provinsi Riau, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Riau.
Didalam surat, terdapat sejumlah 10 tuntutan dari LMB Nusantara yaitu antara lain :
1. Mendesak Gubernur Riau untuk mengivestigasi proses seleksi pada POPNAS tahun 2025 oleh Perpani Riau yang di Venue Panahan UIR yang kita duga kuat adanya nepotisme dalam pengambilan keputusan penentuan atlit panahan yang akan diberangkatkan ke POPNAS Jakarta Desember 2025.
2. Mendesak Dispora Riau mengivestigasi proses seleksi yang dilakukan Perpani Riau pada Seleksi POPNAS di Riau untuk diberangkatkan ke POPNAS Jakarta Desember 2025.
3. Meminta Kejati Riau untuk mengivestigasi terhadap Pungli yang diminta oleh Perpani Riau sebesar Rp. 100.000 kepada atlit panahan pada saat seleksi POPNAS di Riau dan segala tindak dugaan nepotisme yang merusak generasi atlit panahan dan menciderai atlit di bidang panahan.
4. Mendesak Kejati Riau mengivestigasi segala anggaran di Dispora Riau yang mengakibatkan semua atlit yang mengikuti seleksi panahan POPNAS dimintai biaya sebesar Rp.100.000.
5. Mendesak Kejati Riau mengivestigasi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) mengenai pelaksanaan kegiatan atau program termasuk rincian penggunaan anggaran serta hasil yang dicapai Perpani Riau disetiap tahunnya.
6. Mendesak Kadispora melakukan seleksi lebih profesional untuk atlit kedepannya.
7. Jika Kadispora tidak mampu menangani ini, kami merekomendasikan pada Gubernur Riau, agar Kadispora Riau untuk mundur dari jabatannya.
8. Mendesak Kejati Riau mengivestigasi segala anggaran di Dispora Riau.
9. Kami merekomendasikan KONI Riau untuk mereformasi Perpani Riau agar dugaan kasus seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya.
10. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas.
LMB Nusantara Menjaga tuah,Tegakkan marwah.
(Fa)




























