SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Gagasan Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, untuk memetakan kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba dan mengubahnya menjadi Kampung Bersinar menjadi momentum untuk membangun pendekatan pemberantasan narkoba yang lebih menyeluruh.
Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha, serta berbagai instansi terkait agar perubahan yang diharapkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Kampung Bersinar harus dimaknai sebagai kawasan yang tidak hanya terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga memiliki lingkungan sosial yang sehat, produktif, aman, dan memberikan harapan bagi generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jangan Berhenti pada Penindakan
Pemetaan kawasan rawan narkoba merupakan langkah awal untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Namun, setelah pemetaan dilakukan, pertanyaan penting berikutnya adalah: program nyata apa yang akan dihadirkan untuk mengubah kehidupan masyarakat di kawasan tersebut?
Jika ingin membangun Kampung Bersinar secara berkelanjutan, perlu ada program pembinaan, edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta ruang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan positif.
Salah satu kebutuhan yang patut dipertimbangkan ialah menyediakan sarana olahraga dan rekreasi masyarakat. Lapangan sepak bola, lapangan voli, fasilitas bulu tangkis, serta ruang kegiatan kepemudaan dapat menjadi tempat berkumpul yang sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial warga.
Kegiatan olahraga juga perlu diikuti dengan pembinaan rutin, kompetisi antarkelompok pemuda, kegiatan seni, dan aktivitas kreatif yang melibatkan anak-anak serta remaja.
Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya memiliki kerentanan terhadap peredaran narkoba dapat diarahkan menjadi lingkungan yang menyediakan lebih banyak pilihan kegiatan positif bagi generasi muda.
Pemberdayaan Ekonomi Harus Menjadi Bagian Program
Selain kegiatan rekreatif, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga perlu mendapat perhatian.
Pemerintah daerah dapat mengkaji pelaksanaan program padat karya, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, serta pendampingan bagi warga yang membutuhkan akses terhadap pekerjaan dan penghasilan yang legal.
Program tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi setempat. Masyarakat perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan agar program yang dijalankan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Pemerintah kelurahan, kecamatan, dinas sosial, dinas tenaga kerja, dinas pemuda dan olahraga, serta perangkat daerah lainnya dapat berkoordinasi untuk menentukan bentuk kegiatan yang paling dibutuhkan.
Di sisi lain, pelaku usaha dan dunia industri juga dapat dilibatkan melalui pelatihan kerja, pendampingan usaha, maupun pembukaan akses terhadap kesempatan kerja.
Masyarakat Harus Menjadi Pelaku Perubahan
Keberhasilan Kampung Bersinar tidak bisa hanya diukur dari jumlah pengungkapan kasus atau penangkapan pelaku. Perlu pula indikator yang menunjukkan perubahan kondisi masyarakat, seperti berkurangnya peredaran narkoba, meningkatnya partisipasi pemuda dalam kegiatan positif, berkembangnya kegiatan ekonomi warga, dan tersedianya akses rehabilitasi bagi orang yang membutuhkan.
Warga setempat harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi, bukan semata-mata dipandang sebagai bagian dari persoalan. Pendekatan ini penting agar masyarakat berani berpartisipasi dalam menjaga lingkungannya tanpa takut mengalami stigma kolektif.
Bagi warga yang mengalami ketergantungan narkoba, akses terhadap layanan kesehatan dan rehabilitasi juga perlu diperhatikan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, penegakan hukum tetap diperlukan terhadap jaringan peredaran dan pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana narkotika.
Kolaborasi Menentukan Keberlanjutan
Polda Riau dapat berperan dalam pemetaan, penegakan hukum, pembinaan keamanan, dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah perlu mengambil peran dalam penyediaan program sosial, fasilitas publik, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan anggaran sesuai kewenangannya.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, serta organisasi kemasyarakatan dapat membantu membangun kesadaran dan menggerakkan partisipasi warga.
Yang tidak kalah penting, setiap program perlu memiliki target, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi berkala. Dengan cara itu, Kampung Bersinar tidak berhenti sebagai slogan, melainkan berkembang menjadi program perubahan yang dapat diukur hasilnya.
Niat membangun kawasan rawan narkoba menjadi lingkungan yang lebih baik perlu diikuti kerja bersama dan komitmen jangka panjang. Sebab, memberantas narkoba bukan hanya tentang menghilangkan peredaran barang terlarang, tetapi juga membangun kondisi sosial yang membuat masyarakat memiliki alasan, kesempatan, dan dukungan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (Fa)


























