SUARANEWS86.COM || INHU — Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Dikreg LXVIII melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) di Ruang Narasinga Lantai II Kantor Bupati Inhu, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Kolonel Chk Heri Krisdyanto beserta lima anggota tim, para Pasis Seskoad Dikreg LXVIII, serta unsur Forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhu.
Turut hadir Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Inhu Ir. H. Hendrizal, M.Si., Dandim 0302/Inhu-Kuansing Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo, S.E., M.I.P., perwakilan Kejaksaan Negeri Inhu, perwakilan Yonif TP 850/SC, Sekda Inhu Zulfahmi Adrian, AP., M.Si., para asisten, kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Inhu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dandim 0302/Inhu-Kuansing Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Inhu atas penerimaan serta dukungan terhadap Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dan Pasis Seskoad yang melaksanakan kegiatan di wilayah Inhu.
Dandim menjelaskan, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI akan melaksanakan kegiatan selama kurang lebih satu bulan di wilayah Kabupaten Inhu. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pencegahan serta penanganan Karhutla.
Selain itu, Pasis Seskoad Dikreg LXVIII juga tengah melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) di Kabupaten Inhu sebagai bagian dari proses pendidikan untuk memahami kondisi wilayah serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan.
“Tim juga telah turun langsung ke lapangan, termasuk ke Desa Sungai Guntung Hilir dan sejumlah lokasi lainnya yang masih terdapat indikasi titik api. Meskipun tadi malam turun hujan, di beberapa lokasi hujan masih berupa gerimis,” ujar Dandim.
Ia menambahkan, turunnya hujan patut disyukuri karena dapat membantu mengurangi potensi serta titik api yang masih terdapat di wilayah Kabupaten Inhu.
Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Kolonel Chk Heri Krisdyanto mengatakan, timnya mendapat penugasan untuk melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu.
Ia menjelaskan, tim yang ditugaskan di wilayah Inhu terdiri atas enam personel. Selama melaksanakan tugas, tim akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pencegahan Karhutla kepada masyarakat.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu beserta seluruh jajaran selama melaksanakan tugas di wilayah ini,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan dalam mencegah dan menangani Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menyampaikan selamat datang kepada Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dan Pasis Seskoad Dikreg LXVIII.
Bupati menilai kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI sangat tepat di tengah kondisi Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Inhu.
“Alhamdulillah, tadi malam sebagian wilayah kita mendapatkan hujan. Namun, berdasarkan informasi terakhir masih terdapat beberapa titik api. Karena itu, kami sangat mengharapkan arahan dan dukungan dari Tim Mabes TNI dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla,” ungkapnya.
Selain membahas Karhutla, Bupati juga menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Inhu, salah satunya konflik agraria dan pengelolaan lahan perkebunan.
Menurutnya, Kabupaten Inhu memiliki potensi perkebunan yang cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan pola pengelolaan yang dapat memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan pemerintah desa serta BUMDes atau BUMDesma.
Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Inhu, TNI-Polri, pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan daerah, khususnya Karhutla dan konflik agraria.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan berakhir sekitar pukul 10.10 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib, dan kondusif. **
(Pras)


























