Transparansi SPMB Riau Dipertanyakan, Data Daya Tampung SMA-SMK Negeri Tak Terpampang di Posko Pengaduan

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Klaim transparansi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Riau kini menjadi sorotan publik.

Di tengah gencarnya slogan “Objektif, Transparan, Akuntabel, Adil dan Berintegritas” yang terus digaungkan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, kondisi di lapangan justru memunculkan sejumlah pertanyaan terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Ketua Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau, Fadli, bersama sejumlah wartawan melakukan pengecekan langsung ke Posko Pengaduan SPMB Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Selasa (9/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan sejauh mana prinsip keterbukaan informasi publik diterapkan dalam proses penerimaan murid baru yang saat ini tengah berlangsung.

Dari hasil pemantauan di lokasi, tim menemukan bahwa papan informasi yang tersedia belum memuat rincian daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri se-Provinsi Riau. Informasi yang ditampilkan lebih banyak mengarah kepada sekolah swasta, sementara data sekolah negeri yang menjadi tujuan utama mayoritas calon peserta didik belum terlihat dipublikasikan secara terbuka.

Baca Juga :  Kapolres Siak Kunjungi Polsek Sabak Auh: Tinjau Kesiapsiagaan dan Tekankan Penguatan Program Prioritas Polri

Padahal, informasi mengenai daya tampung, jumlah rombongan belajar (rombel), kuota penerimaan, jumlah pendaftar, hingga sisa kursi yang tersedia merupakan data penting yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam menentukan pilihan sekolah.

“Kami datang untuk memastikan bagaimana transparansi itu dijalankan. Namun yang kami temukan justru tidak adanya rincian daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri yang dapat langsung dilihat masyarakat. Padahal data tersebut merupakan informasi mendasar dalam proses penerimaan murid baru,” ujar Fadli.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai implementasi prinsip transparansi yang selama ini menjadi salah satu dasar pelaksanaan SPMB.

Tim investigasi menilai belum tersedianya data daya tampung sekolah negeri secara terbuka berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat yang sedang mencari kepastian pendidikan bagi anak-anak mereka.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Riau Tekankan Penanganan Serius Kendaraan Over Dimension dan Over Loading

Untuk memperoleh penjelasan resmi, tim kemudian menghubungi Ketua SPMB Provinsi Riau, Syafril, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas pertanyaan yang disampaikan.

Selanjutnya, tim melakukan konfirmasi langsung kepada petugas Posko Pengaduan SPMB yang diketahui bernama Mila.

Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan temuan terkait belum tersedianya papan informasi yang memuat rincian kuota dan daya tampung sekolah negeri.

Menanggapi hal tersebut, Mila menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti masukan tersebut.
“Terima kasih atas masukannya, Pak. Besok akan kami pasang papan informasi yang Bapak sampaikan,” ujar Mila di ruang Posko Pengaduan SPMB Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Pernyataan tersebut dinilai menunjukkan bahwa informasi yang dipersoalkan masyarakat memang belum tersedia secara optimal pada saat proses SPMB berlangsung.

Baca Juga :  Dugaan Kasus Besar Indra Wahyudi Kadis Kominfo Sumenep Kembali di Sorot, Publik Desak Klarifikasi!

Kondisi ini memunculkan pertanyaan lanjutan mengenai alasan belum dipublikasikannya data tersebut sejak awal pelaksanaan SPMB.

Hingga saat ini, publik masih menantikan penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait keterbukaan informasi daya tampung dan kuota penerimaan peserta didik baru.

Dalam prinsip keterbukaan informasi publik, transparansi tidak hanya diwujudkan melalui slogan, baliho, maupun spanduk, melainkan melalui penyediaan data yang terbuka, mudah diakses, dapat diverifikasi, dan dapat diawasi oleh masyarakat.

BASMI Riau bersama tim wartawan menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan SPMB Provinsi Riau hingga seluruh data mengenai daya tampung, kuota penerimaan, jumlah pendaftar, jumlah peserta yang diterima, serta sisa kursi pada setiap SMA Negeri dan SMK Negeri dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. (Zha)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata
Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan
Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page