Hari Bela Negara Diperingati Setiap Tanggal 19 Desember 2025, Ini Sejarahnya

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Hari Bela Negara adalah salah satu hari peringatan nasional yang memiliki bobot sejarah sangat krusial bagi eksistensi Republik Indonesia. Diperingati setiap tanggal 19 Desember, momen ini hadir bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat kuat akan tekad bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan di tengah gempuran ancaman.

Dalam konteks modern, semangat ini tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik atau angkat senjata. Semangat ini telah bertransformasi menjadi kesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis ekonomi hingga ancaman siber, demi kemajuan bangsa.

Berikut tema peringatan dan awal mula ditetapkannya Hari Bela Negara? Simak penjelasan di bawah ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tema Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025

Mengutip Panduan Peringatan Hari Bela Negara (HBN) Ke – 77 Tahun 2025, tema yang diusung tahun ini adalah “Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju”. Tema ini menegaskan bahwa membela negara berarti berkontribusi secara produktif untuk kemajuan bangsa dan membangun ketahanan nasional melalui profesi masing-masing.

Baca Juga :  Berikut Daftar Personel Polri Aktif yang Masih Duduki Jabatan Sipil

Dalam panduan tersebut juga dijelaskan bahwa Bela Negara adalah sebuah tekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara, baik perseorangan maupun kolektif, untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa yang dijiwai kecintaannya kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Mengapa Diperingati Setiap 19 Desember?

Penetapan tanggal 19 Desember sebagai momentum peringatan nasional bukanlah tanpa alasan. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan peristiwa sejarah yang menentukan nasib bangsa, yaitu terbentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948.

Secara legal, peringatan ini dikukuhkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2006. Keppres ini menjadi landasan kuat agar seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah hingga lembaga pendidikan, menyelenggarakan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran bela negara.

Baca Juga :  Sambut Bulan Suci Ramadhan, Pegawai bersama WBP Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Kerja Bakti

Agresi Militer dan Lahirnya PDRI

Sejarah Hari Bela Negara berakar kuat pada peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Saat itu, militer Belanda melancarkan serangan udara ke Ibu Kota RI di Yogyakarta dengan tujuan melumpuhkan pemerintahan dan menghancurkan TNI. Belanda ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah bubar.

Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan. Namun, sebelum ditangkap, Presiden Soekarno mengirimkan kawat (mandat) kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Deklarasi PDRI pada 22 Desember 1948 di pedalaman Sumatera menjadi langkah strategis yang mematahkan klaim Belanda. Melalui PDRI, eksistensi pemerintahan Indonesia tetap berjalan, dan perlawanan terus dikobarkan melalui diplomasi serta gerilya. Peristiwa inilah yang menjadi tonggak lahirnya peringatan Hari Bela Negara.

Baca Juga :  Mengusut Kasus Pagar Laut, Pakar Hukum Indonesia Sayangkan Penyidik Bareskrim Polri Menolak Petunjuk Jaksa

Nilai dan Tujuan Peringatan Hari Bela Negara

Bela Negara adalah karakter mental yang harus dimiliki oleh setiap warga negara agar selalu adaptif dan memiliki kesiapsiagaan (deterrent effect) bagi negara lain. Adapun nilai-nilai dasar yang terkandung dalam semangat ini meliputi:

  • Cinta tanah air.
  • Sadar berbangsa dan bernegara.
  • Setia pada Pancasila sebagai ideologi negara.
  • Rela berkorban bagi bangsa dan negara.
  • Memiliki kemampuan awal bela negara, baik fisik maupun psikis.

Tujuan utama peringatan ini adalah untuk menanamkan jiwa patriotisme, meningkatkan kesadaran berbangsa, membangun karakter disiplin, memperkuat persatuan, serta menghargai jasa para pahlawan dan tokoh PDRI.

Dengan visi menuju Indonesia Emas 2045, semangat bela negara menjadi modal sosial yang vital. Mari kita jadikan peringatan ke-77 tahun ini sebagai momentum untuk meneguhkan niat berkontribusi bagi Indonesia Maju. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Atur Strategi Baru, Kantin Sekolah akan Dilibatkan dalam Memproduksi MBG
Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Kita Diskusikan
Draf RUU Polri: DPR RI Usulkan Perpanjang Usia Pensiun Kapolri Jadi 63 Tahun
Bantah Isu Pengunduran Diri Purbaya, Mensesneg: Tidak Ada Rencana Pergantian Menteri Keuangan
Menteri PPPA Arifah Fauzi Tegaskan Kekerasan Seksual Tak Boleh Diselesaikan Secara Damai
Prabowo Perintahkan Kejagung, KPK, BPKP Berantas Koruptor: Berapa Kau Perlu Laporkan, Saya Penuhi
Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi MBG, Sony Sanjaya Tulis Surat buat Kepala BGN Nanik S Deyang: ‘Terima Kasih Atas Hadiah Indahnya’
Kejagung: Yayasan Terafiliasi ke Dadan CS Terima Insentif Miliyaran Rupiah per Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:38 WIB

BGN Atur Strategi Baru, Kantin Sekolah akan Dilibatkan dalam Memproduksi MBG

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Kita Diskusikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:31 WIB

Draf RUU Polri: DPR RI Usulkan Perpanjang Usia Pensiun Kapolri Jadi 63 Tahun

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:26 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi Tegaskan Kekerasan Seksual Tak Boleh Diselesaikan Secara Damai

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:19 WIB

Prabowo Perintahkan Kejagung, KPK, BPKP Berantas Koruptor: Berapa Kau Perlu Laporkan, Saya Penuhi

Berita Terbaru