SUARANEWS86.COM || Nasib tahanan KPK ternyata tak semuanya sama rata. Di saat 81 tahanan lain harus mengantre layanan kunjungan Lebaran di balik terali besi, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) justru punya cerita berbeda. Ia sudah menikmati nyamannya udara rumah tepat sebelum gema takbiran berkumandang.
KPK mengonfirmasi bahwa Yaqut tak lagi tidur di Rutan KPK sejak Kamis (19/3/2026). Status penahanannya disulap menjadi tahanan rumah.
“Benar, penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka saudara YCQ, dari penahanan di Rutan KPK menjadi tahanan rumah, sejak hari Kamis (19/3) malam kemarin,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (21/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Budi berdalih pengalihan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan keluarga Yaqut yang masuk sejak 17 Maret lalu. Tak butuh waktu lama bagi penyidik untuk mengabulkan kado Lebaran itu.
“Atas permohonan tersebut kemudian ditelaah dan dikabulkan dengan pertimbangan sesuai Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP,” tambah Budi.
Meskipun KPK menjamin adanya pengawasan melekat, tetap saja status “istimewa” ini memicu tanda tanya. Pasalnya, pengalihan penahanan di momen krusial seperti Hari Raya sangat jarang terjadi bagi tersangka korupsi.
Kabar Yaqut keluar rutan ini pertama kali dibongkar oleh Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel). Usai menjenguk suaminya, Silvia menyebut kabar keluarnya Yaqut sudah jadi rahasia umum di dalam sel.
“Tadi sih sempat enggak liat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam. Dalam pekan ini sebelum hari Jumat kemarin,” ungkap Silvia di Gedung KPK.
Yang bikin dahi mengernyit, sempat ada kabar bahwa Yaqut keluar untuk pemeriksaan lanjutan. Namun, bagi para tahanan, alasan itu terasa janggal. Penyidik mana yang mau lembur memeriksa tersangka jelang malam takbiran?
“Infonya katanya mau diriksa ke depan. Tapi tadi salat Id kata orang-orang dalam, enggak ada. Orang-orang di rutan enggak pernah liat lagi. Jam 19.10 WIB kata menurut info dari dalem sih,” jelas Silvia.
Menurut Silvia, suaminya dan tahanan lain hanya bisa bertanya-tanya soal perlakuan beda ini.
“Pak Noel di dalam berlima ya. Semuanya pada tahu. Cuma mereka itu bertanya saja gitu. Katanya ada pemeriksaan, tapi kan enggak mungkin menjelang malam takbiran ada riksa,” ketusnya.
Kontras dengan Yaqut, tokoh lain seperti Bupati Pati nonaktif Sudewo tetap harus menjalani salat Id berjamaah di lapangan rutan pada pukul 06.30 WIB dan hanya diizinkan dikunjungi keluarga bukan berkumpul di rumah. **
(Zha)




























