SUARANEWS86.COM || PSPS Pekanbaru akhirnya buka kemenangan perdana sejak putaran ketiga dimulai. Bermain di kandang Sriwijaya FC Stadion Patriot Chandrabaga, Jumat (3/4/2026) sore, PSPS menang telak atas tuan rumah dengan 6 gol tanpa bapas.
Di babak pertama, PSPS unggul 4-0 atas tuan rumah Sriwijaya FC. Satu gol dicetak oleh Douglas Cruz, dua gol oleh Alfin Tuasalamony dan satu gol lagi oleh Antonio Gamaroni lewat penalti.
Memasuki babak kedua, tuan rumah yang tertinggal 4 gol dari tim tamu tampak bermain terbuka. Bahkan mereka berani melakukan serangan secara bersama-sama ke depan gawang PSPS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuan rumah tampak mendominasi penguasa bola di awal babak kedua. Mereka berkali-kali melakukan serangan ke gawang PSPS. Dalam serangannya, skuad Laskar Wong Kito sempat mendominasi serangan dengan mengisi area pertahanan PSPS 7 hingga 8 pemain.
Namun begitu, serangan yang dilakukan Sriwijaya FC masih bisa dihalau oleh pemain belakang PSPS.
Berbeda dengan PSPS, yang berhasil counter attack setelah pemain belakang Sriwijaya FC melakukan kesalahan. Rendy Juliasyah, yang memanfaatkan kesalahan pasing pemain belakang Sriwijaya tersebut berhasil lolos dan melepaskan umpan ke Hary Nur Yulianto.
Hary Nur yang bebas berdiri tanpa kawalan pemain belakang Sriwijaya berhasil mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC. Skor 0-5, keunggulan untuk PSPS Pekanbaru.
Kemudian di menit 67′, Alfin Tuasalamony yang berlari dari sisi kiri dan menerima umpan dari Misbakus Solikhin, berbuah gol ke gawang Sriwijaya. Namun gol Alfin dianggap offside oleh wasit. Pasalnya, pergerakan Harry Nur yang berada di posisi offside dianggap menghalangi arah bola oleh penjaga gawang Sriwijaya FC.
Meski begitu, tak butuh waktu lama bagi PSPS untuk menambah keunggulan. Harry Nur yang masuk dari bangku cadangan berhasil mencetak gol keduanya setelah berhasil memanfaatkan umpan Asir Asiz yang diberikan kepada Rendy Juliasyah, dengan tembakan ke gawang Sriwijaya FC. Bola yang mengarah ke sisi kiri gawang tak mampu dibendung kiper Sriwijaya FC. Papan skor pun berubah menjadi 0-6, keunggulan untuk PSPS.
Sementara itu, Sriwijaya FC yang sudah tertinggal jauh dari PSPS terus mencoba menerobos pertahanan tim tamu. Namun usaha mereka belum membuahkan hasil.
Namun sebaliknya, PSPS terus menggempur Sriwijaya FC dengan umpan terobosan dan cut back. Beberapa peluang nyaris menambah keunggulan untuk PSPS.
Pada menit 80′, Asir Asiz nyaris menambah skor untuk PSPS setelah tembakannya di depan gawang melambung tinggi di atas gawang Sriwijaya FC. Asir yang berdiri bebas menerima umpan Reyhan Firdaus dari sisi kanan, gagal dieksekusi dengan baik.
Tak berselang lama, Asir kembali nyaris mencetak gol untuk PSPS setelah menerima umpan dari Harry Nur Yulianto. Akan tetapi, tembakan yang dilakukan Asir masih mampu ditepis penjaga gawang Sriwijaya FC.
Kemudian pada menit 88′, giliran Reyhan Firdaus yang nyaris mencatatkan namanya di papan skor, setelah tembakannya dari sisi kanan membentur tiang kiri gawang Sriwijaya FC.
Sayangnya, hingga 90 menit waktu normal, PSPS belum bisa menciptakan gol tambahan, termasuk tuan rumah. Bahkan empat menit waktu tambahan babak kedua, tak mampu mengubah skor 0-6.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor 0-6 tidak berubah. PSPS Pekanbaru berhasil menang telak di kandang Sriwijaya FC dengan 6 gol tanpa balas.
Meski PSPS menang, namun peringkat klasemen sementara Grup A tidak tetap berubah. PSPS tetap berada di peringkat ke-8 dengan 28 poin. Sementara Sriwijaya FC yang sudah dipastikan degradasi tertahan didasar klasemen dengan 2 poin. **
Editor : Reza




























