SUARANEWS86.COM || Polemik tentang royalti semakin membuat bingung hingga geram masyarakat. Tak hanya menyasar musisi, melainkan juga para pengusaha restoran, kafe, hingga hotel.
Baru-baru ini, mencuat kabar Timnas Indonesia diminta bayar royalti atas lagu nasional yang diputar di setiap laga.
Hal ini berawal dari Lembaga Majajemen Kolektif Nasional ( LMKN ), dan Yayasan Karya Cipta Nasional (YKCI) meminta setiap pemutaran lagu dalam acara publik berskala besar wajib membayar royalti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga, dua lagu yang berpotensi kena aturan royalti adalah Indonesia Raya dan Tanah Airku.
Respon PSSI Soal Royalti
Menanggapi hal ini, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, meminta aturan itu untuk dihapus karena telah membuat kegaduhan publik, bahkan terkesan tidak produktif.
PSSI memang kerap memainkan lagu Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, dan Tanah Airku hampir setiap kali Timnas Indonesia bermain.
Karena menurutnya, sang pencipta lagu tersebut dengan ikhlas mempersembahkan dan menciptakan lagu di tengah-tengah bangsa kita berjuang untuk memerdekakan diri dari belenggu penjajah.
“Kami yakin tidak ada terbersit dari benak sang pencipta agar lagu ini kelak dibayar bila setiap individu atau elemen apa pun menyanyikan lagu ini. Mereka ikhlas. Ini lagu-lagu perjuangan yang ditujukan untuk anak bangsa. Sang pencipta lagu tidak berharap imbalan.” Ujar Yunus Nusi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/8/2025).
Editor : Reza
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















