Pengakuan Ibu di Pekanbaru yang Tega Jual 2 Anaknya karena Uang

- Redaksi

Kamis, 23 Januari 2025 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM – Pasangan suami istri asal Bengkalis, Riau, TH (31) dan SP (37) ditangkap personel Satreskrim Polresta Pekanbaru terkait kasus sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan korban bayi. TH, ibu dari bayi tersebut mengaku terpaksa menjual anaknya karena uang.

Tidak hanya TH dan SP, empat pelaku lain yakni EJH (46), AT (22), ZK (45), JB (24) juga ditangkap terkait kasus ini. EJH sendiri merupakan seorang bidan.

Awalnya TH mengaku memiliki tiga orang anak. Dari tiga anak, dua di antaranya telah dijualnya. Bayi pertama mereka jual ke saudara saat tinggal di Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

“Anak pertama di Tebing (Tinggi) saya kasih saudara karena butuh biaya buat persalinan Rp 2 juta, itu karena suami saya pertama dipenjara. Kedua saya tidak ada biaya karena awalnya mau normal ternyata cesar,” kata TH, Selasa (21/1/2025).

Untuk anak kedua, TH mengakui menjual bidan EJH. Saat itu, TH didatangi sang bidan dengan alasan ada orang tua meminta adopsi anak. TH lalu berdiskusi pada sang suami. Suami memberi restu untuk menjual anaknya dengan alasan tidak ada biaya persalinan karena harus operasi.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Riau Gencarkan Kampanye Keselamatan di Kawasan Tugu Perjuangan Pekanbaru

“Anak kedua ini saya dikasih Rp 5 juta. Saya sudah kompromi sama suami, jadi selesai persalinan saya dikasih Rp 5 juta, saya tidak tahu yang ambil kompromi sama siapa ibu ini (bidan Erni),” kata TH.

Kemudian peran TH dalam kasus sindikat jual beli bayi ini selain menjual bayinya, ia juga berpura-pura menjadi orang tua kandung bayi yang hendak dijual ke orang lain. Dari perannya tersebut, dia mendapat upah Rp 3 juta.

“Untuk masalah ini, saya diminta sama Bu Erni seolah jadi orang tua kandung. Saya juga dibilang nanti dikasih uang (Rp 3 juta),” kata TH.

Baca Juga :  Ibadah Nasrani di Lapas Narkotika Rumbai, Wujud Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Kasat Reskrim Kompol Bery Juana Putra mengaku pihaknya kini terus mendalami sindikat TPPO ini. Bahkan, tim menemukan ada grup-grup chat khusus pelaku.

“Kami masih dalami terus kasus ini sama tim Labfor Polda Riau karena memang di kasus ini ada grup-grup WhatsApp yang sudah dihapus. Tapi kami akan dalami ini sampai pelaku-pelaku lain,” kata Bery. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar
Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Timpa Innova, DLHK Pekanbaru Temukan Akar Bekas Dibakar
Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru
Niat COD Motor di Kawasan MTQ Pekanbaru, Korban Terseret 10 Meter Saat Motornya Dibawa Kabur
Kabar Gembira! Pemko Pekanbaru Mulai Salurkan Seragam Gratis untuk Peserta Didik SD dan SMP Negeri
Pelebaran U Turn Jalan Tuanku Tambusai Depan RS Hermina Dikeluhkan Warga: Malah Makin Parah Macetnya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Niat COD Motor di Kawasan MTQ Pekanbaru, Korban Terseret 10 Meter Saat Motornya Dibawa Kabur

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page