Pemko Pekanbaru Imbau Orang Tua Awasi Anak Selama PJJ, Jangan Bermain Diluar Rumah

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mengimbau para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Orangtua diminta memastikan anak tetap beraktivitas di dalam rumah, dan tidak bermain di luar ruangan selama PJJ berlangsung.

Imbauan ini disampaikan, menyusul kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru yang masih berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, penerapan PJJ bertujuan untuk melindungi peserta didik dari gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Baca Juga :  Danrem 031/Wira Bima Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau di Gedung Balai Serindit

Karena itu, perlindungan terhadap anak tidak hanya dilakukan dengan menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka di sekolah.

Pengawasan orangtua di rumah juga dinilai penting, agar anak tidak kembali terpapar asap dengan bermain atau beraktivitas di luar ruangan.

“Imbauan kita kepada orangtua, tolong dijaga anak-anak agar bermain di dalam rumah saja,” ucap Markarius, Kamis (8/10/2026).

Menurut Markarius, setelah mengikuti pembelajaran secara daring, masih ada peserta didik yang justru bermain di luar rumah. Kondisi tersebut membuat mereka tetap rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Baca Juga :  Ciptakan Rasa Aman di Masyarakat, Polsek Tualang Laksanakan Patroli Anti Premanisme dan C3

“Setelah mengikuti PJJ melalui daring, banyak yang bermain di luar rumah. Jadi ini yang perlu kita jaga,” ujarnya.

Markarius menyebutkan, lebih dari 10 ribu warga Pekanbaru telah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Jumlah tersebut terhitung sejak 25 Agustus 2026, atau setelah ditetapkannya status siaga Karhutla.

“Karena udara kita di Kota Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat. Sudah lebih sepuluh ribu orang yang terpapar, ada asma, ISPA, pneumonia, dan iritasi,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi
SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional
Bupati Siak Afni Zulkifli Kesal! Video Tanam Pohon di Lokasi Bekas Karhutla di Takedown, Apa apa dengan Tiktok?
Ketua BASMI Riau: Pemberitaan Harus Berimbang, Penggunaan Foto dan Istilah Perlu Proporsional

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10 WIB

SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page