SUARANEWS86.COM || TAPUNG HULU – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat di Dusun 3 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman dan pemenuhan gizi keluarga sebagai langkah strategis mencegah stunting.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua yang memiliki balita, kader Posyandu, kader PKK, hingga tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga pola konsumsi dan kesehatan keluarga.
“Perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai stunting,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman bagi keluarga. Ia menekankan bahwa pangan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya merupakan fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak menerapkan prinsip “Cek KLIK”, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi obat maupun makanan.
“Melalui penerapan Cek KLIK, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih produk yang aman dan layak konsumsi sehingga risiko gangguan kesehatan akibat pangan berbahaya dapat diminimalkan,” jelasnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika memasuki sesi diskusi dan kuis edukatif. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta berlomba menjawab kuis yang diberikan narasumber.
Tingginya tingkat partisipasi dan kemampuan peserta menjawab berbagai pertanyaan menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, BBPOM Pekanbaru dan Komisi IX DPR RI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman dan gizi seimbang semakin meningkat, sehingga Desa Sumber Sari dapat menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kabupaten Kampar. (Fa)
























