BASMI Riau : “Jaga Integritas dengan tidak Mencari-cari Kesalahan Kepala Sekolah Melalui Dana BOS”

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Maraknya pertanyaan mengenai Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) oleh rekan media dan LSM kepada kepala sekolah di Provinsi Riau dan kota Pekanbaru disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penyalahgunaan dana, kurangnya transparansi, dan sanksi yang tidak jelas bagi pelaku penyimpangan.

Pertanyaan ini muncul karena masih banyak ditemukan kasus penyalahgunaan dana BOS maupun Bosda, seperti pemotongan dana, penggunaan yang tidak sesuai peruntukan, dan pungutan liar yang memberatkan orang tua/wali murid.

Namun terkadang pertanyaan terkait pengelolaan dana BOS maupun Bosda itu terkesan hanya sekedar mencari-cari kesalahan dari oknum kepala sekolah, dan pastinya hal itu akan menjadikan kepala sekolah menjadi tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada media ini, beberapa kepala sekolah mengeluhkan hal ini, dan salah satu kepala sekolah SMAN di Pekanbaru mencurahkan keluh kesahnya dengan mengatakan, “sebagai kepala sekolah terkadang saya risih dengan pertanyaan soal dana BOS dari rekan2 media dan rekan dari LSM, yang seolah-olah kita kepala sekolah ini selalu melakukan penyalahgunaan dana BOS,” sebutnya.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda Riau Kembali Gagalkan Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia

“Sementara dana Bosda tahun 2024 aja sampai saat ini belum ada cair, dan masuk ke tunda bayar, dan pembayarannya itu pun masuk pada APBD-P 2025, ditambah lagi Bosda 2025 juga sampai saat ini belum cair, dan semua kebutuhan sekolah harus dibayarkan, sampai berhutang kesana kesini apa mereka tau, datang malah mempertanyakan penyalahgunaan dana BOS,” urainya.

“Jadi harapan saya kepada kawan-kawan media maupun LSM, jangan cuma hanya mempertanyakan soal penyalahgunaan dana BOS aja, tapi juga harus mampu memperjuangkan agar dana Bosda segera terealisasikan ke seluruh sekolah, pastinya hal itu akan menunjang kemajuan tiap sekolah, bukan hanya menambah beban pikiran kepala sekolah,” pesannya.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Serangkaian Perlombaan Islami

Ketum Aliansi Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau, Fadli saat memberikan pernyataan kepada awak media, dikatakanya, “sebagai kontrol sosial kita sudah selayaknya mempertanyakan kinerja pemerintah yang kiranya tidak sesuai dengan tupoksinya, juga soal anggaran pemerintah yang tidak transparansi dan diduga sarat akan korupsi,” sebutnya. Rabu (20/8/25).

“Namun disisi lain kita juga harus menjaga integritas kita, soal penggunaan dana BOS, jika oknum kepala sekolah melakukan penyalahgunaan dana BOS dan memiliki bukti yang akurat, segera laporkan ke pihak terkait, jika perlu pidanakan oknum kepsek tersebut, bukan dengan cara mencari-cari kesalahan yang hanya akan membuat kepala sekolah menjadi risih dan pastinya hal itu akan menghambat kinerja mereka,” pintanya.

Apalagi saat ini kita semua pasti tau lah, pemerintah sedang mengalami defisit anggaran, dan itu dampaknya sampai kepada pencairan dana BOSDA tertunda, tentunya hal itu membuat kepala sekolah pusing tujuh keliling dalam mencari pinjaman kesana kemari untuk menutupi kebutuhan sekolah yang dipimpinnya.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Riau Sosialisasikan Keselamatan Berkendara dan Layanan Polri 110 kepada Driver Maxim

Harapan saya, “ada baiknya dan lebih bijaknya mari sama-sama kita memperjuangkan dan meminta kepada Gubernur Riau agar lebih memprioritaskan pendidikan, dan segera mengupayakan pencairan dana Bosda 2024 dan 2025, tunda dahulu kegiatan-kegiatan seremonial yang menguras anggaran yang sifatnya tidak terlalu prioritas, utamakan dahulu pendidikan,” harapnya.

Terakhir dikatakannya, “jika Gubernur Riau Abdul Wahid betul-betul memprioritaskan pendidikan, pasti terealisasikan pencairan dana Bosda dari 2024 sampai 2025 ini, apalagi saat ini semua Juknis dan Administrasinya sudah disiapkan Dinas Pendidikan Riau. Tinggal menunggu signal dari BPKAD terkait ketersediaan anggaran,” tutupnya. (Zha)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar
Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Timpa Innova, DLHK Pekanbaru Temukan Akar Bekas Dibakar
Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru
Niat COD Motor di Kawasan MTQ Pekanbaru, Korban Terseret 10 Meter Saat Motornya Dibawa Kabur
Kabar Gembira! Pemko Pekanbaru Mulai Salurkan Seragam Gratis untuk Peserta Didik SD dan SMP Negeri
Pelebaran U Turn Jalan Tuanku Tambusai Depan RS Hermina Dikeluhkan Warga: Malah Makin Parah Macetnya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Niat COD Motor di Kawasan MTQ Pekanbaru, Korban Terseret 10 Meter Saat Motornya Dibawa Kabur

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page