SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || JAKARTA — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti kondisi politik di Tanah Air yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Dia mengingatkan agar segala cara tidak dibenarkan demi mendapatkan kekuasaan, termasuk jika harus mengabaikan moralitas.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY di tengah mencuatnya polemik dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dikaitkan dengan Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Melalui akun X resminya, Rabu (4/11), SBY mengaku prihatin melihat perkembangan politik di Indonesia. Dia khawatir situasi tersebut membuat masyarakat merasa takut dan tidak tentram di negaranya sendiri.

SBY menyebut perebutan kekuasaan seolah-olah membuat berbagai cara dibenarkan, tanpa mempertimbangkan baik buruk maupun nilai moral.

“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” kata SBY dalam akun X resminya, Rabu (4/11).

Dia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi masyarakat jika situasi politik terus berkembang ke arah tersebut.

“Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tentram hidup di negaranya sendiri.”

Baca Juga :  Kesaksian Penjaga Kantin Saat Ledakan Guncang SMAN 72 Kelapa Gading

SBY kemudian menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Menurut dia, hal tersebut merupakan panggilan sejarah sekaligus amanah rakyat.

“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat.”

“Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.”

Pernyataan SBY tersebut muncul di tengah polemik dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pembobol Toko Ponsel di Pekanbaru, Uangnya untuk Kebutuhan Hidup

Bareskrim Polri telah menetapkan Listyo Sigit bersama dua perwira tinggi Polri, yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal, akses ilegal, dan penghapusan data elektronik.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin mengungkapkan, penyadapan diduga berlangsung pada 2025 hingga 2026 dan menyasar sejumlah nomor telepon, termasuk milik Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, jurnalis, hingga pengusaha. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalimantan, 1 Prajurit Gugur
Listyo Sigit Dipecat, Letjen TNI Ariyo Windutomo Ditunjuk sebagai Plt KSP
Yusril: Presiden Prabowo Tahu Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi
Istana Sebut Tindakan Penyadapan Ilegal yang Dilakukan Listyo CS Termasuk Kategori Makar
Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI
Bukan Hanya Presiden Prabowo, Politisi hingga Media Turut Disadap Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Breaking News! Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Lelang BRI Kramat Disorot! LBH LMP Warning KPKNL II, Dugaan Pelanggaran Prosedur Berujung Gugatan PMH

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:29 WIB

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalimantan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 16:03 WIB

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

Rabu, 4 November 2026 - 12:58 WIB

Listyo Sigit Dipecat, Letjen TNI Ariyo Windutomo Ditunjuk sebagai Plt KSP

Rabu, 4 November 2026 - 11:02 WIB

Yusril: Presiden Prabowo Tahu Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi

Rabu, 4 November 2026 - 10:55 WIB

Istana Sebut Tindakan Penyadapan Ilegal yang Dilakukan Listyo CS Termasuk Kategori Makar

Berita Terbaru

Daerah

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB

You cannot copy content of this page