SUARANEWS86.COM || SEPANG — Gelaran MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang diwarnai persoalan serius pada kondisi lintasan. Sejumlah pembalap mengeluhkan permukaan aspal yang rusak parah hingga menyerupai arena motocross.
Masalah tersebut terlihat dalam dua sesi latihan pertama pada Jumat. Serpihan aspal yang terlepas bahkan mengenai beberapa pembalap dan menyebabkan setidaknya satu di antaranya mengalami memar ringan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Sepang sebelumnya digunakan untuk tes pramusim pada Februari 2026. Para pembalap pun bisa melihat langsung penurunan kualitas permukaan lintasan dalam beberapa bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, seluruh lintasan sebenarnya dijadwalkan menjalani pelapisan ulang sebelum MotoGP Malaysia berlangsung. Namun, pengerjaan tersebut tertunda karena alasan yang tidak terduga sehingga kerusakan aspal masih menjadi persoalan menjelang balapan.
Luca Marini Soroti Aspal Sepang yang Semakin Rusak
Pembalap Honda, Luca Marini, menjadi salah satu yang secara terbuka mengeluhkan kondisi lintasan Sepang. Menurutnya, kerusakan aspal kini hampir terjadi di seluruh bagian sirkuit.
“Kondisinya sangat sulit, sungguh aneh. Aspalnya benar-benar hancur, jadi kami hanya perlu mencari cara untuk bisa bertahan dengan lebih baik,” buka Marini.
“Seharusnya mereka melakukan pelapisan ulang, tetapi itu tidak dilakukan. Tahun lalu saja kondisinya sudah sangat buruk, terutama di Tikungan 14 dan Tikungan 2. Sekarang, hampir setiap tikungan kondisinya parah, kecuali Tikungan 7 dan 8,” sambungnya.
Marini juga mengkhawatirkan serpihan aspal yang beterbangan ketika balapan dimulai. Pembalap yang berada di belakang berpotensi terkena lemparan material dari motor di depannya.
Fabio Di Giannantonio Sebut Sepang Mirip Arena Motocross
Keluhan serupa disampaikan pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio, yang menempati posisi kelima pada sesi latihan sore. Ia bahkan menyindir kondisi lintasan yang membuat para pembalap seolah membutuhkan perlengkapan pelindung tambahan.
“Sekarang ini jadi lintasan motocross, jadi kita harus mengenakan pelindung dada. Banyak batu yang terlempar dari permukaan aspal. Saya terkena banyak batu saat melakukan latihan start di belakang pembalap lain,” ujar Giannantonio.
Kondisi aspal tersebut juga menjadi perhatian karena sebelumnya sempat disorot saat gelaran Formula 1 di Malaysia pada awal bulan ini. Penggunaan lintasan oleh mobil-mobil F1 diduga turut memperparah kerusakan yang sudah terjadi.
Dengan kondisi tersebut, keselamatan pembalap menjadi salah satu persoalan utama jelang MotoGP Malaysia 2026. Serpihan aspal yang beterbangan bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko tambahan saat persaingan berlangsung dalam kecepatan tinggi. **
Editor : Reza


























