Kualitas Udara Belum Membaik, Pemko Pekanbaru Kembali Perpanjang PJJ Hingga Sabtu 17 Oktober

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama dua hari, Jumat-Sabtu (16-17 Oktober 2026).

Kebijakan ini diambil, menyusul kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang belum membaik akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Nomor B.400.3.1/Disdik/44/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan bahwa penerapan kembali PJJ diperpanjang dengan memperhatikan kondisi kualitas udara pada Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Pekanbaru Siap Dukung Program MBG Lewat Pembangunan Dapur Sehat

“PJJ diperpanjang selama dua hari ke depan, karena kualitas udara belum membaik,” kata Abdul Jamal, Kamis (15/10/2026).

Melalui kebijakan tersebut, peserta didik tingkat PAUD hingga SMP akan kembali mengikuti pembelajaran dari rumah selama dua hari.

Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan, dan keselamatan siswa di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Selain sekolah di bawah kewenangan Pemko Pekanbaru, satuan pendidikan atau madrasah di bawah Kementerian Agama serta kementerian dan lembaga lainnya di Kota Pekanbaru juga diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran.

Baca Juga :  Dorong Peningkatan Kualitas Layanan, Kalapas Pekanbaru Hadiri Evaluasi Ombudsman 2025

Penyesuaian tersebut diminta tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Sementara itu, bagi sekolah yang mengalami kendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran dapat dilaksanakan melalui modul pembelajaran dan penugasan berbasis rumah.

Dengan penyesuaian ini, kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap berlangsung meskipun siswa belum dapat mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung.

“Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi
SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional
Bupati Siak Afni Zulkifli Kesal! Video Tanam Pohon di Lokasi Bekas Karhutla di Takedown, Apa apa dengan Tiktok?
Ketua BASMI Riau: Pemberitaan Harus Berimbang, Penggunaan Foto dan Istilah Perlu Proporsional

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10 WIB

SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page