Kabut Asap Memburuk, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ hingga Sabtu

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memperpanjang penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP. Kebijakan ini diperpanjang hingga Sabtu (10/10/2026) akibat kondisi kabut asap yang masih memburuk.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemko Pekanbaru bersama sejumlah pihak terkait menggelar rapat membahas kondisi terkini kabut asap di Kota Pekanbaru, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Rabu (7/10/2026).

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ dilakukan dengan mempertimbangkan informasi dan parameter kualitas udara yang disampaikan BMKG serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tentu menerima masukan dan informasi, pertama dari BMKG, kemudian DLHK. Kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat, dan ada tiga parameter, tiga-tiganya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Dan tadi jam 13.00 WIB itu sampai ke posisi berbahaya,” kata Markarius usai memimpin rapat.

Baca Juga :  Danrem 031/WB hadiri Buka Puasa TNI Polri dan Pemerintah Provinsi Riau

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kabut asap telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat Pekanbaru.

Hingga saat ini, lebih dari 10.000 orang disebut telah terpapar dan mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara, mulai dari asma, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi hingga pneumonia.

Bahkan, pada 7 Oktober 2026, jumlah pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak asap mencapai 374 orang dalam satu hari.

“Yang sudah terpapar sampai hari ini sudah lebih 10.000 orang ya yang terkait dengan asap ini; asma, ISPA, iritasi, pneumonia. Kemudian yang tertinggi kemarin 7 Oktober itu, pasien kita terkait dengan hal ini 374,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Hari Kemenangan, Lapas Pekanbaru Ikuti Apel Pelepasan Mudik Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H 

Melihat kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru memutuskan melanjutkan PJJ sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik.

PJJ yang sebelumnya telah diterapkan kembali diperpanjang hingga Sabtu. Selama periode tersebut, peserta didik PAUD hingga SMP akan tetap mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Yang pertama, kita akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh, lanjutannya selanjutnya sampai hari Sabtu,” ungkap Markarius.

Pemko Pekanbaru selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap kondisi udara pada Minggu (11/10/2026). Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca, termasuk potensi hujan yang diprediksi BMKG.

Baca Juga :  Korem 031/WB Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2025

Markarius menyebut BMKG memprakirakan adanya potensi hujan pada 10 Oktober atau Sabtu. Jika hujan turun dan mampu memperbaiki kondisi udara, kebijakan pembelajaran selanjutnya akan kembali dievaluasi.

“Tadi dari BMKG, potensi hujan itu tanggal 10. Tanggal 10 itu hari Sabtu ya. Mudah-mudahan Allah berikan hujan. Kalau potensi hujannya memang turun tanggal 10, mungkin akan ada perubahan kondisi cuaca kita, kondisi udara kita,” jelasnya.

Ia menegaskan, keputusan terkait pembelajaran akan kembali melihat perkembangan kondisi udara setelah evaluasi dilakukan.

“Jadi PJJ ini sampai hari Sabtu dulu, nanti hari Minggu kita akan evaluasi kembali,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi
SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional
Bupati Siak Afni Zulkifli Kesal! Video Tanam Pohon di Lokasi Bekas Karhutla di Takedown, Apa apa dengan Tiktok?
Ketua BASMI Riau: Pemberitaan Harus Berimbang, Penggunaan Foto dan Istilah Perlu Proporsional

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10 WIB

SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page