Kabut Asap di Pekanbaru Makin Pekat, Indeks Kualitas Udara Rabu Siang Ini Masuk Kategori Berbahaya

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (7/10/2026). Kondisi udara terpantau semakin memburuk dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai kategori berbahaya.

Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara Pekanbaru tercatat mencapai 353 AQI⁺ US dan masuk kategori Berbahaya. Sementara itu, polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 251,4 µg/m³.

Data tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikulat halus di udara Pekanbaru. Kondisi ini sejalan dengan kabut asap yang terlihat semakin pekat di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru.

Sebelumnya, pemantauan BMKG pada pukul 06.00 WIB juga mencatat konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sebesar 226,3 µg/m³ dengan kategori Sangat Tidak Sehat.

Kabut asap yang kembali pekat turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP pada 6–7 Oktober 2026 menyusul kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat.

Kondisi kabut asap di Riau juga diduga berkaitan dengan asap kiriman dari wilayah lain. Pemerintah Provinsi Riau menyebut titik api di Riau nihil, sementara sejumlah wilayah di provinsi lain masih dilaporkan memiliki titik panas.

Baca Juga :  Kajati Agoes SP Pimpin upacara HUT Persatuan Jaksa Indonesia Ke - 74

Dengan kualitas udara yang berada pada level berbahaya berdasarkan pemantauan IQAir tersebut, masyarakat di Pekanbaru diimbau untuk memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi serta imbauan dari instansi terkait.

Kondisi kualitas udara ini masih dapat berubah seiring perkembangan cuaca dan arah angin. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan kabut asap di Kota Pekanbaru. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi
SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional
Bupati Siak Afni Zulkifli Kesal! Video Tanam Pohon di Lokasi Bekas Karhutla di Takedown, Apa apa dengan Tiktok?
Ketua BASMI Riau: Pemberitaan Harus Berimbang, Penggunaan Foto dan Istilah Perlu Proporsional

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10 WIB

SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru, Menelusuri Rekam Jejak Prestasi di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page