Gajah Sumatera Dibantai, Kapolda Riau Tabuh Genderang Perang Lawan Pemburu Liar

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Suasana duka menyelimuti Desa Lubuk Kembang Bunga, Sabtu (7/2/2026). Di tengah rimbunnya hutan Kecamatan Ukui, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan berdiri menatap nanar bangkai seekor gajah sumatera yang tewas mengenaskan.

Kehadiran jenderal bintang dua ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah sinyal tegas bahwa genderang perang terhadap pemburu satwa liar telah ditabuh dengan kekuatan penuh.

Tragedi ini teramat memilukan. Gajah malang tersebut ditemukan dalam posisi duduk tak berdaya, dengan kepala terputus dan gading yang telah raib digondol pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta di lapangan semakin mengejutkan saat tim menemukan dua proyektil logam yang bersarang di tubuh raksasa lembut tersebut. Bukti ini mengonfirmasi bahwa sang “penjaga hutan” ini tidak mati secara alami, melainkan dieksekusi secara dingin dengan senjata api sebelum akhirnya dibantai demi materi.

Baca Juga :  Polda Riau Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas lewat ISDC, Dukung Program Keselamatan Nasional

Irjen Herimen, sapaan akrab Kapolda Riau, mengungkapkan ponselnya tak henti bergetar sejak berita ini mencuat. Gelombang protes, kritik, hingga kecaman mengalir deras dari seluruh penjuru Indonesia.

“Saya memahami kemarahan publik. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan luka mendalam bagi keadilan dan nilai kemanusiaan kita. Gajah adalah identitas ekosistem Riau yang harus kita jaga, bukan untuk diburu,” tegasnya dengan nada bicara yang bergetar.

Herimen memastikan tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku untuk bersembunyi. Dengan dukungan penuh dari Satuan Brimob, Reserse Kriminal, hingga BBKSDA Riau, investigasi kini dilakukan dengan standar tertinggi.

Kapolda menegaskan institusinya berdiri di garda terdepan bersama masyarakat untuk memastikan bahwa setiap nyawa satwa yang dilindungi memiliki harga yang sangat mahal di mata hukum.

Baca Juga :  Bupati Inhu Resmi Buka Bazar TNI dalam Rangka HUT TNI ke 80, Dandim 0302/Inhu Sampaikan Sambutan

Senjata utama dalam pengusutan kasus ini adalah Scientific Crime Investigation (SCI). Polisi tidak lagi hanya mengandalkan pengakuan saksi, melainkan bukti otentik yang tak terbantahkan. Sampel tanah, bercak darah, hingga jaringan biologis di lokasi kejadian telah dikumpulkan untuk dianalisis secara forensik di laboratorium.

Pendekatan berbasis sains ini bertujuan agar proses hukum berjalan objektif, transparan, dan mampu menyeret pelaku hingga ke meja hijau tanpa celah.

Ketegasan hukum ini pun diperkuat dengan penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024. Regulasi terbaru mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati ini memberikan daya pukul yang lebih kuat bagi aparat penegak hukum untuk menjerat jaringan pemburu liar.

Irjen Herimen memastikan siapa pun yang terlibat, baik eksekutor lapangan maupun penadah hasil kejahatan, akan menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat.

Baca Juga :  Ratusan Pedagang Pasar Cik Puan Gelar Aksi di Depan Polda Riau, Tuntut Agar Dibukanya U Turn Didepan Pasar

Dalam rombongan tersebut, hadir pula deretan pejabat utama Polda Riau seperti Kombes Ade Kuncoro Ridwan dan Kombes Hasyim Risahondua, yang menunjukkan betapa seriusnya kasus ini ditangani.

Kolaborasi lintas satuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengungkap dalang di balik hilangnya gading-gading kebanggaan Riau tersebut.

Sebagai penutup, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam dan berani bersuara. Sekecil apa pun informasi mengenai pergerakan mencurigakan atau perdagangan gading ilegal sangat berarti bagi tim penyidik.

“Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan lingkungan. Mari kita tutup rapat ruang gerak para kriminal ini demi masa depan anak cucu kita dan kelestarian alam Riau,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata
Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan
Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page