Mulai 1 April 2026, Pemerintah Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar 50 Liter per Hari

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pemerintah resmi membatasi pembelian BBM subsidi, pertalite dan solar, 50 liter per kendaraan per hari mulai besok, Rabu (1/4).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan langkah itu diambil untuk memastikan distribusi BBM lebih adil.

“Untuk memastikan distribusi BBM yang lebih adil dan merata, pembelian BBM subsidi dilakukan melalui penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan per hari,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, dikutip dari Cnnindonesia, Selasa (31/3).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pembatasan itu tidak berlaku bagi kendaraan umum untuk orang dan barang.

Baca Juga :  Berondo Rombongan Bupati Kuansing Tenggelam di Tepian Rajo Pangean Saat Buka Pacu Jalur Rayon III

“Pengaturan ini mulai berlaku per 1 April 2026,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong agar masyarakat bijak saat membeli BBM. Menurut dia, satu mobil pribadi cukup diisi 50 liter per hari.

“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter Itu tanki sudah penuh satu hari. Kita akan mendorong ke sana,” kata Bahlil.

Menurut dia, di tengah lonjakan harga minyak dunia, pemerintah membutuhkan kerja sama dengan masyarakat. Salah satunya, warga bisa mendukung dengan mengisi BBM secara bijak.

Baca Juga :  Satgas TMMD Ke 127 Kejar Pemasangan Cor Gladak Atas RTLH Dusun 1 Desa Tanjung Kec.Kuantan Hilir Seberang

“Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” jelasnya.

Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu menyebabkan harga minyak mentah dunia menembus US$100 per barel. Hal itu tak lepas dari terganggunya distribusi pasokan minyak setelah Iran membatasi akses Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan dunia.

Mengutip Reuters, pagi ini, harga minyak mentah Brent kontrak Mei turun US$1,22 atau 1,08 persen menjadi US$111,56 per barel setelah sebelumnya sempat naik 2 persen. Sementara kontrak yang lebih aktif untuk Juni berada di level US$105,76 per barel.

Baca Juga :  UAS Bantah Gubernur Riau kena OTT KPK: "Cuma Dimintai Keterangan, Itu yang Betul"

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kontrak Mei juga turun 98 sen atau 0,95 persen ke posisi US$101,90 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret pada awal perdagangan.

Sebagai pembanding, pada 27 Februari, sehari sebelum serangan AS-Israel dimulai terhadap Iran, harga minyak mentah Brent dan WTI masing-masing berada di level US$72,48 dan US$67,02 per barel. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshufle Kabinet, Prabowo Lantik Sejumlah Tokoh dan Pejabat, Berikut Daftarnya!
TNI Pastikan Utamakan Keselamatan Prajurit di Lebanon
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia
Sempat Menjalankan Perawatan di Rumah Sakit Beirut, Prajurit TNI dari Unifil Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon
Kemendagri Usulkan Penerapan Denda untuk Pengurusan e-KTP Hilang
Ikuti Retreat Nasional di Magelang, Muhammad Isa Lahamid : “Retreat Nasional Memiliki Makna Strategis yang Jauh Melampaui Kegiatan Seremonial”
KPK Temukan 8 Potensi Korupsi dalam Program MBG
Pers Indonesia Berduka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:53 WIB

Reshufle Kabinet, Prabowo Lantik Sejumlah Tokoh dan Pejabat, Berikut Daftarnya!

Senin, 27 April 2026 - 15:58 WIB

TNI Pastikan Utamakan Keselamatan Prajurit di Lebanon

Senin, 27 April 2026 - 14:01 WIB

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia

Jumat, 24 April 2026 - 21:52 WIB

Sempat Menjalankan Perawatan di Rumah Sakit Beirut, Prajurit TNI dari Unifil Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Selasa, 21 April 2026 - 21:10 WIB

Kemendagri Usulkan Penerapan Denda untuk Pengurusan e-KTP Hilang

Berita Terbaru