SUARANEWS86.COM || Pacu rayon III di Tepian Rajo Kecamatan Pangean yang dibuka langsung oleh Bupati Dr H Suhardiman Amby MM, Jumat (4/7/2025) siang, nyaris saja menelan korban jiwa.
Pasalnya, berondo yang dinaiki Bupati Kuansing H Suhardiman Amby bersama Istri Hj Yulia Herma dan rombongan mendadak tenggelam.
Kejadian ini bermula saat orang nomor satu di Kuansing itu bersama istri Hj Yulia Herma tepat pukul 14.10 WIB, melepas perpacuan jalur hilir pertama, antara Sang Juara Pacu Jalur Tepian Narosa 2024, Putri Anggun Sibiran Tulang dari Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik posisi sebelah kiri berhadapan dengan Sang Juara pacu jalur Rayon I tahun 2025 di Kecamatan Cerebti, Sari Jadi Gementar Alam asal Desa Pulau Beralo Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, yang sah dilepas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat kedua jalur dinyatakan sah dilepas, Bupati H Suhardiman Amby bersama istri dan rombongan, menuju berondo yang disiapkan oleh panitia di pancang star.
Berondo yang terbuat dari kompang bagian tengah ditambah dua jalur besar di bagian kiri dan kanan, digunakan untuk membawa Bupati Suhardiman Amby bersama istri dan rombongan menuju tribun VIP di pancang finis.
Dilansir dari Riaupos.co, yang tepat di belakang rombongan Bupati, dari atas tebing pancang star Tepian Rajo Pangean, melihat Bupati H Suhardiman Amby MM yang menggunakan baju setelan kemeja hitam-hitam bersama istri Hj Yulia Herma naik lebih dulu ke atas berondo. Keduanya duduk di bagian tengah.
Lalu diikuti Asisten III Setda Kuansing, Drs Rustam, anggota DPRD Kuansing Hengki Prima Hidayat, Camat Pangean Aswandi bersama istri, Kadis Tenaga Kerja Drs Masnur MM, Kadis DP2KBP3A Aswandi SKM, sejumlah para datuk penghulu, ajudan dan beberapa orang panitia.
Saat itu, berondo masih terlihat stabil dan masih berada di tangga pancang star. Namun hanya beberapa saat rombongan naik dan berondo akan mulai berjalan, tiba-tiba berondo langsung miring ke kiri, ke arah tebing.
Berondo itu seperti tidak mampu menahan muatan orang yang berada di atasnya. Dengan cepat, air sungai Kuantan masuk menuhi jalur bagian kiri yang menjadi penyangga.
Lalu terus masuk ke dalam berondo. Air sungai. Kuantan yang sudah masuk tidak mampu ditahan. Akhirnya, terus membuat berondo tidak stabil.
Rombongan Bupati Kuansing yang melihat kejadian itu, langsung berhamburan mencoba melompat ke tebing.
Untungnya kejadian itu masih di sekitar tebing, dan regu Satpol PP dan BPBD serta panitia yang mendampingi berondo itu, langsung terjun membantu menyelamatkan Bupati H Suhardiman Amby bersama istri dan rombongan lainnya, yang akhirnya selamat.
Tetapi wajah pucat terlihat dari mereka yang sudah basah kuyup. Masyarakat yang melihat kejadian itu, sempat berteriak histeris. “Berondo-berondo. Kompang-kompang tenggelam. Pak Bupati tolong,” dari atas tebing.
Camat Pangean Aswandi yang masih basah kuyup, duduk mendampingi istrinya di sebuah warung bersebelahan dengan tenda panitia. Menenangkan istrinya yang terdiam setelah kejadian.
“Ini jelas karena kelebihan kapasitas. Seharusnya tidak semuanya masuk ke Berondo. Ini pengalaman bagi kita,” ujar Aswandi singkat dengan menyayangkan kejadian itu.
Namun dia bersyukur semua selamat dan kejadian masih di pinggiran tebing. **
Editor : Reza





















