Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, INDODAX: Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta – Inflasi Amerika Serikat tercatat stabil pada 2,4% secara tahunan (year-on-year) pada Februari 2026 berdasarkan data Consumer Price Index (CPI) yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve serta sentimen di pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Menanggapi data tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan bahwa kondisi ini juga menandakan bahwa pelaku pasar saat ini masih berada dalam fase menunggu kepastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya langkah suku bunga Federal Reserve.

“Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4% sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko termasuk kripto. Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya,” ujar Antony.

Berdasarkan laporan terbaru, inflasi bulanan Amerika Serikat pada Februari tercatat naik 0,3%, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, sesuai dengan proyeksi analis. Stabilnya angka inflasi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di ekonomi AS masih relatif terkendali, meskipun tetap berada di atas target inflasi 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Ekspektasi kebijakan moneter tersebut juga tercermin dalam proyeksi pasar yang dihimpun melalui CME FedWatch Tool, yang menunjukkan peluang hampir 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret. Sementara itu, probabilitas pemotongan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11%. Kondisi ini membuat pasar kripto cenderung bergerak lebih defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter berikutnya.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Riau Gencarkan Kampanye Keselamatan di Kawasan Tugu Perjuangan Pekanbaru

Di pasar kripto, respons investor terhadap rilis data inflasi terlihat relatif terbatas. Setelah laporan dirilis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$69.000 dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir. Hal ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya serta arah kebijakan moneter global.

Selain faktor inflasi, dinamika geopolitik dan harga energi juga menjadi perhatian investor. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak meningkat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pergerakan harga energi ini berpotensi mempengaruhi tekanan inflasi pada periode berikutnya, serta berdampak pada aktivitas ekonomi secara lebih luas. Oleh karena itu, investor cenderung mencermati berbagai indikator ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga :  Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik SPPG, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional

Sejalan dengan itu, INDODAX turut mengimbau para investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset secara mandiri (DYOR), serta mempertimbangkan strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghadapi volatilitas pasar kripto. Melalui berbagai inisiatif edukasi, INDODAX terus mendorong peningkatan literasi aset kripto di Indonesia sekaligus menyediakan platform perdagangan yang aman dan transparan bagi seluruh pengguna. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Aturan Khusus Usia Seleksi PNS
Kakorlantas Polri Lantik Kombes Pol Bayu Pratama Gubunagi sebagai Kabag TIK
Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Mendalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal
Kabar Gembira! Mulai 2027, Seluruh PPPK Paruh Waktu akan Diangkat Menjadi Penuh Waktu
Pangkostrad Dampingi Kasad Audiensi dengan Kapolri, Perkuat Soliditas dan Sinergi TNI-Polri
Irjen Pol Slamet Uliandi Menjadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Purnawirawan Polri Prihatin atas Dugaan Penyadapan Presiden: Itu Pengkhianatan
Kapolri Tegaskan Kasus Listyo Sigit Murni Penegakan Hukum, Tidak ada Kaitan dengan Persaingan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 18:03 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Khusus Usia Seleksi PNS

Sabtu, 7 November 2026 - 17:54 WIB

Kakorlantas Polri Lantik Kombes Pol Bayu Pratama Gubunagi sebagai Kabag TIK

Jumat, 6 November 2026 - 14:37 WIB

Kabar Gembira! Mulai 2027, Seluruh PPPK Paruh Waktu akan Diangkat Menjadi Penuh Waktu

Jumat, 6 November 2026 - 07:09 WIB

Pangkostrad Dampingi Kasad Audiensi dengan Kapolri, Perkuat Soliditas dan Sinergi TNI-Polri

Jumat, 6 November 2026 - 06:40 WIB

Irjen Pol Slamet Uliandi Menjadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Daerah

Pemerintah Siapkan Aturan Khusus Usia Seleksi PNS

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:03 WIB

You cannot copy content of this page