Sementara Ketua GRIB Jaya Blora, Sugiyanto, menyambut baik sikap damai tersebut.
“Perkenalkan saya Sugiyanto, Ketua GRIB Jaya Blora, saya menyambut iktikad baik Mbah Mun, saya terima kita bekerja sama yang baik, kita lupakan kejadian yang kemarin, kita ciptakan Blora ini sejuk indah damai,” ucap dia.
Dilansir dari Detiknews, Setelah menyampaikan pernyataan langsung, keduanya menandatangani surat pernyataan bermeterai, dengan saksi yang ikut bertandatangan Bupati dan Forkompimda Blora.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Surat pernyataan itu kemudian ditunjukkan kepada publik, dan keduanya saling berjabat tangan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan terjadi antara ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Blora terjadi di ini buntut dari ormas Pemuda Pancasila yang menggeruduk markas GRIB Jaya yang berada di wilayah Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Senin (13/1).
Pada Selasa (14/1) ormas GRIB Jaya mengumpulkan anggota di Alun-alun Kabupaten Blora. Setelah mereka membubarkan diri, kericuhan pun terjadi di Karangjati dan Kunduran Blora. Akibatnya 12 orang mengalami luka, 19 orang ditangkap.
Kapolres Blora Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wawan Andi Susanto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif.
“Alhamdulillah sampai saat ini situasi di Kabupaten Blora aman terkendali dan kondusif,” ucapnya.
Bentrokan terjadi di 2 tempat, yaitu di perempatan traffic light Karangjati, Kecamatan Kunduran dan juga di wilayah Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.
“Jadi dapat kami tegaskan untuk kejadian kemarin. Lokasi bentrok di 2 lokasi. Pertama di Karangjati itu jatuh korban 8 orang, terus untuk TKP kedua di Kecamatan Kunduran yang jatuh korban 4 orang,” ungkapnya.**
Editor : Reza
Halaman : 1 2


























