Dia bilang, penyebaran informasi seperti ini berpotensi menimbulkan keresahan dan salah paham di tengah masyarakat multikultural.
Oleh karena itu, ia berharap ada klarifikasi resmi dari pihak lembaga riset untuk menjelaskan parameter yang digunakan dalam penilaian.
“Kita hidup berdampingan secara harmonis di antara umat beragama dan bersuku-suku. Kita akan minta klarifikasi apa dasarnya. Isu ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut hubungan antaragama dan etnis yang ada di Pekanbaru,” ujar Zulkardi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait dengan hal ini, Zulkardi mengajak masyarakat Pekanbaru untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas serta merawat semangat kebersamaan dan toleransi antarwarga.
“Kalau dibuat framing Pekanbaru intoleran itu sangat luar biasa. Padahal selama ini tentram, damai, dan menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Zulkardi.
Sebagaimana diketahui, SETARA Institut merilis 10 kota di Indonesia yang paling intoleran dan telah dimuat Kompas.com pada 27 Mei 2025. Dalam pemberitaan itu diurutkan 10 kota yang paling intoleran menurut mereka. Berikut daftarnya;
1. Kota Parepare, Sulawesi Selatan, skor 3,945.
2. Kota Cilegon, Banten, skor 3,994.
3. Kota Lhokseumawe, Aceh, skor 4,140.
4. Kota Banda Aceh, skor 4,202.
5. Pekanbaru, Riau, skor 4,320.
6. Bandar Lampung, skor 4,357.
7. Makassar, Sulawesi Selatan, skor 4,363.
8. Ternate, Maluku Utara, skor 4,370.
9. Kota Sabang, Aceh, skor 4,377.
10. Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, skor 4,381. **
Editor : Reza
Halaman : 1 2




























