SUARANEWS86.COM || Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Kondisi ini menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, bahkan harus rela mengantre panjang di SPBU.
Selain itu, harga BBM di tingkat eceran mengalami kenaikan signifikan, jauh di atas harga normal. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah Pertashop dilaporkan kosong tanpa stok. Penjual BBM eceran atau Pertamini juga mengalami hal serupa.
Jika pun tersedia, harga Pertalite di tingkat eceran kini mencapai sekitar Rp14.000 per liter dengan jumlah terbatas. Bahkan, satu botol ukuran besar yang sebelumnya dijual Rp18.000 hingga Rp20.000 kini melonjak menjadi Rp25.000 per botol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang penjual BBM eceran di kawasan Jalan Cipta Karya Ujung yang enggan disebutkan namanya mengaku kesulitan mendapatkan pasokan.
“Sekarang susah sekali cari minyak. Dapat pun sedikit, itu pun susah, makanya terpaksa dijual Rp14.000 per liter,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Sebelumnya, menyatakan akan menambah kuota BBM jenis Pertalite dan solar hingga 20 persen guna mengatasi kelangkaan. Namun hingga kini, distribusi di lapangan dinilai masih belum stabil.
Kelangkaan ini juga dikeluhkan warga. Iyam, salah satu warga Pekanbaru, mengaku khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kami khawatir kalau terus begini, harga-harga lain juga ikut naik. Sekarang saja sudah susah cari minyak. Tadi saya beli seliternya sudah Rp14.000,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM kembali normal, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu dan harga tetap terkendali.
Fenomena ini kembali memunculkan ironi di tengah masyarakat, mengingat Riau dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak di Indonesia, namun warganya justru mengalami kesulitan mendapatkan BBM. **
Editor : Reza


























