Untuk ketersediaan lumbung pangan nasional sebagai kuncinya utama dalam swasembada pangan Dandim menjelaskan perlu kemantabpan yang baik yakni pada Irigasi/Infrastruktur (PU), ID food, Pupuk bersubsidi (PIHC), ketersediaan Padi gogo/sawit, Program cetak sawah dan bulog.
Untuk mengadapi itu semua tentu diperlukan dan ada tangetnya diantara nya Target pengawalan LTT (reguler, OPLAH dan CSR), Target Pengawalan Luas Tanam, Padi Gogo Luasan 300.000 Ha adanya tensi Tanam (KemenPU) dengan Luasan Sekitar 300.000 Ha, adanya Pompanisasi Tadah Hujan (PAT) dengan Luasan 300.000 Ha serta target cetak sawah tahun 2025 Luasan 500.000 Ha.
Selain itu juga perlu adanya ketersediaan terhadap OPLAH 2024 Luasan 351.000 Ha, OPLAH 2025 Luasan 500.000 Ha dan kesemua
Regulernya dengan Luasan sekitar 17.200.000 Ha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dandim juga dalam seminar tersebut juga disampaikan terhadap adanya
Peran TNI dalam pengawalan pendampingan swasembada pangan
tetap lakukan Koordinasi dengan pemerintah daerah, stake holder, dan penanggung jawab satgas swasembada pangan hingga ke ditingkat kabupaten
Serta Melakukan pengawalan dan pendampingan optimasi lahan rawa (OPLAH) dan tetap mendukung dalam pengelolaan sawah eksisting secara komprehensif termasuk pengelolaan air serta Membantu petani dengan pendampingan dari bintara pembina desa (Babinsa) bersama penyuluh pertanian.
Diakhir penyampaian Dandim sebagai narasumber mengatakan bahwa TNI juga dapat Memberikan konsultasi jika ada hambatan di provinsi, kabupaten terkait, Pengawasan distribusi sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian serta Memberikan motivasi dan edukasi kepada brigade pangan”tutup Dandim. **
(Pras)




























