Berikut 5 Fakta Warung dan Motor Dibakar di Kalibata Buntut ‘Matel’ Tewas Dikeroyok

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pengeroyokan maut terhadap dua orang debt collector atau ‘mata elang’ (matel) terjadi di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel). Keduanya dikeroyok usai mencegat pengendara sepeda motor.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan, peristiwa pengeroyokan ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB kemarin (11/12) sore. Berikut sejumlah fakta terkait pengeroyokan maut itu:

1. Berawal Pengendara Dicegat

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa nahas ini berawal ketika dua ‘matel’ memberhentikan pengendara sepeda motor yang melintas. Pembicaraan pun terjadi.

“Yang dipukulin itu teman-teman dari matel. Ada salah satu pengguna sepeda motor lah tiba-tiba disetop oleh teman-teman ini. Setelah disetop, diberhentiin lah, biasa,” kata Mansur saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/12/2025).

2. Dikeroyok Pengguna Jalan

Namun, sesaat kemudian, kedua matel langsung dihampiri sejumlah orang yang keluar dari dalam mobil yang juga melintas dari sisi belakang sepeda motor tersebut. Keduanya pun dikeroyok di lokasi.

“Terus dari pengguna jalan yang lain keluar dari mobil. Mereka langsung ngeroyok dengan begitu sporadis, begitu cepat, terhadap kelompok-kelompok yang menyetop ini, yang memberhentikan kendaraan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Prioritaskan Keselamatan Warga, Danrem 023/KS Pimpin Pembukaan Akses Jalan Longsor di Tapanuli Tengah

Setelah kedua matel dikeroyok, warga pun mencoba menepikan keduanya, sementara para pelaku langsung kabur.

“Matel dipukulin dengan sporadis. Ya sudah akhirnya dibawa ke pinggir. Yang mukul langsung kabur, dengan begitu cepat. (Pemotor) ikut kabur, semua itu nggak ada di TKP, tiba-tiba nggak ada saja, langsung tinggalin si motel ini,” ujar Mansur.

3. Satu Orang Tewas

Kondisi dua ‘matel’ yang dikeroyok sungguh mengenaskan. Satu orang tewas.

“Sementara yang satu meninggal, yang satu masih hidup,” kata Mansur.

Sementara, satu ‘matel’ lainnya dalam kondisi kritis. Ia dilarikan ke rumah sakit.

“Satu lagi kritis dibawa ke RS daerah Cawang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Budi menjelaskan situasi di lokasi pun sempat memanas ketika sejumlah pihak datang ke lokasi usai kejadian. Dia menyebut anggota gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya pun sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Baca Juga :  Ketua NasDem Sumut Jadi Korban Salah Tangkap Didalam Pesawat, 4 Polisi Diperiksa Propam

4. Warung-Motor Dibakar

Pengeroyokan maut ini berbuntut panjang. Motor hingga warung dibakar oleh sekelompok orang diduga rekanan korban ‘matel’.

“Akibat dari pengeroyokan itu yang menimbulkan satu meninggal dunia dan satu luka berat itu, nah, tiba-tiba ada sekelompok massa yang datang setelah maghrib itu, datang langsung merusak, karena dikeroyoknya di TKP di sini,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di lokasi kejadian.

“Jadi, akhirnya di sini sasaran daripada kelompok massa itu. Mungkin dari kelompok mereka (korban matel) yang datang menyerang, membabi buta, merusak warung yang ada di sini,” lanjut Nicolas.

Total ada 9 kios yang dibakar. Ada 6 sepeda motor dan 1 mobil pula yang ikut dibakar.

“(Objek terbakar) Sembilan kios, enam kendaraan roda 2, satu kendaraan roda 4,” ujar Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Cegah Karhutla Melalui Patroli Ke Pelosok Kampung

“(Dugaan penyebab) pembakaran dengan menggunakan bensin,” kata Arsil.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 273 juta.

5. Polisi Usut

Nicolas menjelaskan, kericuhan yang terjadi ini menimbulkan kerugian materiil. Namun dia memastikan tidak ada korban jiwa dari kericuhan yang terjadi pasca pengeroyokan dua ‘matel’ ini.

“Ya, kita akan melakukan penyisiran. Kita akan melihat kelompok-kelompok mana yang ada supaya mereka segera bubar,” terang Nicolas.

“Pada intinya, kita akan berusaha keras untuk menangani dua perkara ini. Yang pertama adalah penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia dan luka berat. Dan yang kedua adalah kasus pengerusakan atau pembakaran,” imbuh dia.

Situasi di lokasi saat ini sudah kondusif. Dia mengatakan warga tidak perlu khawatir karena tim kepolisian terus bekerja untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. **

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden LIRA Didampingi Gubernur Lemhanas RI Lantik DPP Lembaga Sayap Organisasi
Taja Giat Outbond di Rakernas LIRA, Membangun Kekompakan LIRA se Indonesia
Usai Diberitakan, Petugas Tebang Pohon Tua di Bluto
Guru SMK di Jambi yang Adu Jotos Sama Siswanya Lapor Polisi
Rakernas II LIRA : Menguatkan Publik dalam Pembangunan Nasional
Pangdivif 1 Kostrad Pimpin Sertijab Danyonkes 1 dan Tradisi Korps Prajurit Divif 1 Kostrad
Pohon Mengancam Maut di Bluto, Warga Terancam, Pemerintah Lempar Tangan !
Menakar Urgensi Proof of Reserve (PoR) dan UU P2SK dalam Menjamin Keamanan Dana Investor Kripto di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:50 WIB

Presiden LIRA Didampingi Gubernur Lemhanas RI Lantik DPP Lembaga Sayap Organisasi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:08 WIB

Taja Giat Outbond di Rakernas LIRA, Membangun Kekompakan LIRA se Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:26 WIB

Usai Diberitakan, Petugas Tebang Pohon Tua di Bluto

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:40 WIB

Guru SMK di Jambi yang Adu Jotos Sama Siswanya Lapor Polisi

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:38 WIB

Rakernas II LIRA : Menguatkan Publik dalam Pembangunan Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page