BASMI Riau Desak Pemeriksaan 13 Kepsek, Fadli: Jangan Hanya Adela yang Disorot

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Ketua Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau, Fadli, menilai kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah III, Aldela, tidak bisa dilihat secara parsial.

Menurut Fadli, selain adanya kejanggalan dalam proses administratif, muncul pula dugaan adanya faktor lain di balik percepatan pencopotan jabatan tersebut, salah satunya terkait proses seleksi 69 kepala sekolah yang tengah berjalan.

“Pertanyaannya sekarang, apakah pencopotan Adela ini murni karena dugaan pungli, atau ada kepentingan lain di baliknya? Ini yang harus dijawab secara terbuka,” tegas Fadli kepada awak media di Pekanbaru Jum’at (24/4/2026)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, dalam struktur kewenangan Dinas Pendidikan, Cabang Dinas memiliki peran strategis dalam proses seleksi kepala sekolah, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian, hingga rekomendasi.

Baca Juga :  7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

“Artinya, posisi Kacabdis itu sangat menentukan dalam tahapan seleksi. Ketika terjadi percepatan penunjukan Plt bahkan sebelum sanksi efektif berlaku, wajar publik bertanya apakah ini berkaitan dengan kebutuhan memperlancar proses seleksi tersebut,” ujarnya.

Fadli juga menyoroti fakta bahwa laporan dugaan pungli terhadap Adela justru berasal dari pihak eksternal, yakni Kelompok Mahasiswa dan salah satu LSM, bukan dari korban langsung.

“Ini juga jadi perhatian kami. Tidak ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan, tetapi kasus ini bergulir kuat karena tekanan eksternal. Ini harus diuji, jangan sampai ada skenario yang tidak transparan,” katanya.

Lebih jauh, Fadli mengungkap bahwa dalam pemeriksaan Inspektorat, Adela turut menyebut adanya keterkaitan dengan 13 Kepala SMA dan SMK di Kabupaten Kampar yang sebelumnya menerima surat pengaduan terkait dugaan penyelewengan Dana BOS tahun 2021–2022.

Baca Juga :  Arisan “Get” Sumenep Ricuh: Pencairan Dipersulit, Transparansi Dipertanyakan

“Kalau memang dalam pemeriksaan disebut ada 13 kepala sekolah, maka Inspektorat wajib memeriksa semuanya. Jangan hanya satu pihak yang diproses, sementara yang lain tidak disentuh,” tegasnya.

BASMI Riau, lanjut Fadli, mendesak Inspektorat Provinsi Riau untuk membuka seluruh hasil pemeriksaan secara transparan kepada publik, termasuk kronologi, alat bukti, hingga pihak-pihak yang terlibat.

“Kami minta dibuka secara terang: siapa saja yang diperiksa, apa hasilnya, berapa nominal uang yang disebut sebagai barang bukti. Jangan ada yang disembunyikan,” ujarnya.

Ia juga kembali menyinggung kejanggalan dalam penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Kacabdisdik Wilayah III yang dinilai dilakukan saat jabatan definitif masih sah secara administrasi.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Apel Pagi Sekaligus Berikan Penghargaan kepada Pegawai Berprestasi

“Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi soal integritas tata kelola pemerintahan. Kalau prosedur dilompati, publik berhak curiga,” tambahnya.

BASMI Riau menegaskan, jika dalam pengembangan kasus ini ditemukan adanya praktik “uang damai” atau keterlibatan pihak lain, maka seluruh pihak harus diproses tanpa tebang pilih.

“Kalau terbukti ada aliran uang atau kepentingan tertentu, kami tidak akan ragu melaporkan ke Aparat Penegak Hukum. Semua harus bertanggung jawab,” tegas Fadli.

Di akhir pernyataannya, ia menekankan pentingnya membuka ruang hak jawab dan menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Silakan semua pihak menjelaskan, tapi prinsipnya satu: buka seterang-terangnya ke publik. Jangan ada yang ditutup, jangan ada yang dilindungi,” pungkasnya. (Zha)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengecekan Jalur Lintas Timur KM 83, Ditlantas Polda Riau Pastikan Keamanan Pengguna Jalan
Rapat Koordinasi Penutupan Jembatan Sei Mesjid, Ditlantas Polda Riau Dorong Sinergi Pengaturan Lalu Lintas
PAD Pekanbaru Tembus Rp1,2 Triliun, Wako: Pajak yang Dibayarkan Harus Dirasakan oleh Masyarakat
Balita Usia 3 Tahun di Pekanbaru Tewas Usai Ditabrak Avanza Didepan Masjid Agung An Nur
Konsulat Malaysia Berikan Bantuan 100 APAR untuk Masjid di Kota Pekanbaru
Terkait Demo Isu Narkoba di Panipahan yang Sempat Memanas, Tokoh Masyarakat Ajak Warga Tetap Tenang dan Percayakan kepada Kepolisian
Laka Lantas Ganda di Tol Permai, Dua Orang Meninggal Dunia, PJR Riau Bertindak Cepat
Semarakkan HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 07:57 WIB

BASMI Riau Desak Pemeriksaan 13 Kepsek, Fadli: Jangan Hanya Adela yang Disorot

Sabtu, 25 April 2026 - 07:42 WIB

Pengecekan Jalur Lintas Timur KM 83, Ditlantas Polda Riau Pastikan Keamanan Pengguna Jalan

Sabtu, 25 April 2026 - 07:40 WIB

Rapat Koordinasi Penutupan Jembatan Sei Mesjid, Ditlantas Polda Riau Dorong Sinergi Pengaturan Lalu Lintas

Sabtu, 25 April 2026 - 00:21 WIB

PAD Pekanbaru Tembus Rp1,2 Triliun, Wako: Pajak yang Dibayarkan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Jumat, 24 April 2026 - 16:06 WIB

Konsulat Malaysia Berikan Bantuan 100 APAR untuk Masjid di Kota Pekanbaru

Berita Terbaru