Fenomena Kerja Baru
Lebih lanjut, Sarman juga mengamati adanya tren pekerja Gen Z yang cenderung tidak ingin terikat pada satu perusahaan atau lokasi kerja tertentu. Katanya, para pekerja Gen Z saat ini cenderung memilih bekerja tidak hanya di satu tempat.
“Mereka ingin bekerja di beberapa tempat. Misalnya, ketika sudah menyelesaikan pekerjaan sebelum jam kantor berakhir, mereka memanfaatkan sisa waktu untuk pekerjaan produktif lainnya,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan kemajuan teknologi dan fleksibilitas kerja jarak jauh, pekerja Gen Z semakin memanfaatkan fasilitas seperti perangkat elektronik dan jaringan internet untuk bekerja dari mana saja, termasuk dari kafe atau rumah.
“Mereka bisa bekerja secara efektif dan profesional tanpa harus berada di kantor,” tambah Sarman.
Meski terdapat tantangan dalam merekrut pekerja Gen Z, Sarman optimistis pekerja Gen Z memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan di era kemajuan teknologi. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, peningkatan produktivitas, keterampilan, dan kompetensi pekerja muda menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Ke depan, teknologi tidak bisa dihindari. Pekerja Gen Z akan menjadi salah satu andalan kita untuk mengembangkan perusahaan dan menghadapi perkembangan teknologi di berbagai sektor,” pungkasnya.**
Halaman : 1 2


























