Alasan Perusahaan Pecat Karyawan Gen Z: Mabuk Game-Kerja Tak Produktif

- Redaksi

Sabtu, 18 Januari 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM — Fenomena pemecatan pekerja Gen Z di berbagai perusahaan menjadi perbincangan hangat setelah laporan terbaru dari Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier, menyebutkan bahwa sekitar 6 dari 10 perusahaan melaporkan telah memutus hubungan kerja dengan lulusan universitas yang baru mereka rekrut. Alasan yang disebutkan meliputi kurangnya motivasi, profesionalisme yang rendah, serta keterampilan komunikasi yang buruk.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga APINDO, Sarman Simanjorang menjelaskan, tantangan yang dihadapi perusahaan dalam merekrut pekerja Gen Z memiliki berbagai aspek unik. Menurutnya, beberapa pekerja dari generasi ini terpecah antara mereka yang mencari pengalaman kerja untuk membangun usaha sendiri dan mereka yang mengalami penurunan produktivitas akibat pengaruh teknologi berbasis game.

Baca Juga :  Dampak Bencana di Sumbar dan Sumut, Harga Cabai di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu per Kg

“Games yang ada di gadget mempengaruhi sedikit produktivitas pekerja Gen Z. Mereka kadang terlena dan mengurangi produktivitas, bahkan target pekerjaan bisa terlambat karena kecanduan bermain game,” ungkap Sarman dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (17/1/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia menyoroti adanya risiko gangguan lain seperti keterlibatan dalam praktik judi online yang dapat memengaruhi fokus dan disiplin pekerja muda. Meski saat ini pemerintah, lanjutnya, sudah berupaya memberantas judi online untuk menjaga produktivitas pekerja muda.

“Saya rasa ini juga menjadi salah satu yang diharapkan, sehingga para pekerja-pekerja Gen Z kita tidak terganggu, dan tidak terlibat dalam praktik-praktik judi online ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Danrem 031/Wira Bima Lakukan Kunjungan Silaturrahmi ke Kediaman Tuan Guru H. M Syafri Sinulingga

“Jadi memang kita berharap bahwa pekerja-pekerja Gen Z kita yang ada di Indonesia mereka tetap produktif, mereka tetap pekerja-pekerja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan,” imbuh dia.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Hadirkan Tokenized Stocks, Perluas Akses Investor ke Aset Global Berbasis Blockchain
Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global
Minyakita Mulai Langka di Pasaran, Pemko Pekanbaru Turun Selidiki Distribusi dan Pengepul
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Soroti Peran Strategis Industri Terhadap Negara
INDODAX Tegaskan Posisi sebagai Platform Kripto Terpercaya Lewat Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026
Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, INDODAX Sebut Kripto Jadi Sorotan Investor
Bitcoin Terkoreksi ke Sekitar US$70.000 Pasca FOMC, INDODAX: Sentimen Tertekan Suku Bunga Tinggi
Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, INDODAX: Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:51 WIB

INDODAX Hadirkan Tokenized Stocks, Perluas Akses Investor ke Aset Global Berbasis Blockchain

Rabu, 15 April 2026 - 12:33 WIB

Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global

Selasa, 14 April 2026 - 23:41 WIB

Minyakita Mulai Langka di Pasaran, Pemko Pekanbaru Turun Selidiki Distribusi dan Pengepul

Kamis, 9 April 2026 - 14:09 WIB

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, INDODAX Soroti Peran Strategis Industri Terhadap Negara

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:55 WIB

INDODAX Tegaskan Posisi sebagai Platform Kripto Terpercaya Lewat Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Berita Terbaru