SUARANEWS86.COM || Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun III Desa Sukaraja, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi resmi dimulai. Proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Dandim 0302/Inhu, Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo, bersama jajaran TNI dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai beberapa waktu lalu.
Memasuki tahap awal, material pembangunan kini sudah mulai dilangsir ke lokasi. Kegiatan pembersihan lahan serta pembukaan badan jalan untuk distribusi material juga telah dilakukan guna memperlancar proses pembangunan.
Jembatan gantung Perintis Garuda ini nantinya akan menghubungkan Desa Sukaraja dengan wilayah Hulu Teso.
Selain menjadi akses utama, jembatan ini juga akan berfungsi sebagai jalur alternatif saat akses utama terdampak banjir, terutama di musim penghujan yang selama ini kerap mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah yang terpaksa tidak bersekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara teknis, jembatan ini memiliki panjang bentangan sekitar 25 meter dengan lebar sungai kurang lebih 20 meter dan kedalaman air mencapai 5 hingga 7 meter.
Saat musim banjir, ketinggian air dapat mencapai 2 meter dengan kecepatan arus normal sekitar 2 meter per detik. Diperkirakan, pembangunan jembatan ini akan memberikan manfaat bagi sekitar 500 warga.
Praka Denis menyampaikan bahwa saat ini progres awal telah dimulai dengan pembersihan lokasi dan persiapan jalur distribusi material.
“Untuk sementara, personel yang terlibat terdiri dari 2 anggota TNI, 3 pekerja, dan sekitar 5 warga masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi pembangunan cukup jauh dari jalan utama dan memiliki akses yang sulit, terutama saat musim hujan.
Selama ini, jika menggunakan jalur alternatif, warga harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer dengan waktu tempuh 30 hingga 45 menit.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Jajang, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan berdampak besar terhadap aktivitas warga di Dusun III yang memiliki sekitar 1.003 kepala keluarga.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat kami. Selama ini akses sangat terbatas, apalagi saat banjir,” ungkapnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin lancar serta mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat. **
(Pras)




























