Pejuang Hamas bersenjata melaju pada Minggu (19/1/2025) melewati kerumunan warga Palestina di jalan-jalan Deir al-Balah, Gaza, sambil meneriakkan yel-yel perayaan setelah gencatan senjata yang tertunda mulai berlaku. (REUTERS/Mohammed Salem)
Para militan berkonvoi di atas kendaraan, sebagian besar mengenakan penutup wajah untuk menyembunyikan identitas mereka. Konvoi itu disambut oleh kerumunan besar yang bersorak-sorai dengan antusias, menunjukkan dukungan mereka. Beberapa orang melambaikan bendera, sementara lainnya meneriakkan yel-yel. (REUTERS/Mohammed Salem)Beberapa warga Gaza terlihat menaiki kendaraan bersama anggota Hamas, bergabung dalam perayaan yang berlangsung di jalan-jalan. Mereka melambaikan bendera, meneriakkan yel-yel, dan menunjukkan ekspresi kegembiraan di tengah suasana yang ramai. Iring-iringan kendaraan diwarnai suara klakson dan sorakan dari warga di sekitarnya. (REUTERS/Mohammed Salem)Sementara itu, tim penyelamat ikut serta dalam arak-arakan dengan menaiki truk pemadam kebakaran bersama penduduk Gaza. Mereka mengungkapkan kegembiraan dengan sorakan dan mengibarkan bendera Palestina di tengah keramaian. (REUTERS/Mahmoud Issa)Kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku setelah penundaan hampir tiga jam, menghentikan perang yang telah membawa perubahan politik signifikan di Timur Tengah dan memberi harapan baru bagi 2,3 juta penduduk Gaza, banyak di antaranya telah beberapa kali mengungsi. (REUTERS/Ramadan Abed)