Perang di Perbatasan Thailand-Kamboja Memanas! 16 Tewas, 120 Ribu Warga Mengungsi

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Bentrokan mematikan antara pasukan Thailand dan Kamboja kembali pecah di wilayah perbatasan, menewaskan sedikitnya 16 orang dan memaksa lebih dari 120.000 warga sipil mengungsi dari zona konflik. Ini menjadi konfrontasi militer paling berdarah antara kedua negara Asia Tenggara tersebut dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Pertempuran berlanjut hingga Jumat (25/7) dengan kedua pihak saling menembakkan artileri berat dan roket. Militer Thailand menyatakan bahwa mereka “merespons dengan tembakan pendukung yang sesuai situasi taktis,” sementara Kamboja menuduh pasukan Thailand menyerang wilayah sipil.

Baca Juga :  Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri, Perintahkan Tindak Tegas Massa Anarkis

Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan 14 warga sipil dan satu prajurit tewas di wilayah Thailand, sementara seorang pejabat di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, mengatakan satu warga tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan dari arah Thailand.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setidaknya 30 warga sipil dan 15 tentara Thailand juga dilaporkan luka-luka. Sebanyak 100.672 orang dari empat provinsi Thailand—Surin, Sisaket, Buriram, dan Ubon Ratchathani—telah dievakuasi ke tempat penampungan, menurut Kementerian Dalam Negeri Thailand.

Dari sisi Kamboja, sekitar 20.000 penduduk di Provinsi Preah Vihear turut mengungsi. Pihak militer Kamboja bahkan mengklaim bahwa penembakan sebelum fajar oleh Thailand merusak kompleks Candi Preah Vihear, situs Warisan Dunia UNESCO.

Baca Juga :  Breaking News! Kilang Minyak Pertamina RU II Dumai Terbakar

Ketegangan meningkat pesat sejak Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk membombardir sasaran di wilayah Kamboja. Sebagai balasan, Kamboja meluncurkan roket jarak jauh ke arah kawasan sipil di perbatasan Thailand.

Kedua negara saling menuding sebagai pemicu bentrokan yang awalnya hanya melibatkan senjata ringan, namun dengan cepat berubah menjadi pertempuran skala besar. **

Editor : Reza

Sumber Berita: Al Jazeera

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya
China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel
Main Perang Peluru Gel Berujung Maut, Remaja 18 Tahun di Makasar Tewas Diduga Kena Tembakan Polisi
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan Israel dan AS, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung
Breaking News! Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan Israel dan AS
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS dan Israel
Menteri Pertahanan dan Komandan Garda Revolusi Iran Dikabarkan Tewas dalam Serangan Brutal Israel-AS
Serangan Israel ke Sekolah di Iran Tewaskan Puluhan Siswa

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:08 WIB

Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:06 WIB

China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:37 WIB

Main Perang Peluru Gel Berujung Maut, Remaja 18 Tahun di Makasar Tewas Diduga Kena Tembakan Polisi

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:38 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan Israel dan AS, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:37 WIB

Breaking News! Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan Israel dan AS

Berita Terbaru

Panampilan Prajurit Kostrad dengan seragam baru di HUT ke 65, Dok (Antara foto)

Nasional

Kostrad Pamerkan Seragam Baru Disaat Perayaan HUT ke 65

Sabtu, 7 Mar 2026 - 00:14 WIB

You cannot copy content of this page