Keras! Anggota DPR RI dengan Lantang Desak Menteri Kehutanan Mundur dari Jabatannya

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni

SUARANEWS86.COM || Suasana Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memanas, Kamis (4/12/2025). Dua anggota DPR, Usman Husin dan Sturman Panjaitan, melayangkan kritik pedas terkait penanganan bencana banjir dan longsor di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dengan nada keras dan lantang, Usman Husin menyebut Menteri Kehutanan tidak memiliki hati nurani dalam menangani bencana yang merenggut korban jiwa. Ia mengkritik paparan menteri yang dinilai melebar ke mana-mana, padahal seharusnya fokus pada penanganan korban.

“Kalau saya lihat, Pak Menteri nggak punya hati nurani. Kasian, korban jiwa di sana,” ujar Usman tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti kunjungan kerja menteri ke Indonesia Timur yang sempat meminta menteri mengunjungi Butis karena berpotensi mengalami bencana serupa Sumatra. Namun, menteri justru memilih berwisata.

Baca Juga :  Ikuti Pengarahan Secara Virtual, Lapas Pekanbaru Berkomitmen Penuh dalam Mendukung dan Menindaklanjuti Arahan Dirjenpas

“Saya minta Pak Menteri aja ke Butis. Padahal itu bakal akan terjadi seperti Sumatra. Pak Menteri pilih persiar kerote. Apa-apaan ini?” kritik Usman keras.

Lebih jauh, politisi ini menuntut menteri menghentikan semua izin pengelolaan hutan dan menjelaskan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penanaman ulang pohon berdiameter 2 meter yang telah ditebang.

“Pak Menteri tidak boleh lempar ke yang terdahulu. Kalau Pak Menteri nggak mampu, mundur aja Pak Menteri. Pak Menteri nggak paham tentang kehutanan,” tandas Usman.

Ia juga mengungkap kasus di Tepanulis Ratan, di mana izin keluar pada 30 November 2024, padahal Bupati sudah meminta penghentian izin sejak Oktober.

Baca Juga :  Lapas Pekanbaru Gelar Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H Bagi Warga Binaan

Sturman Panjaitan menambahkan kritik dengan menyoroti ketidakjelasan paparan menteri tentang penyebab bencana. Menurutnya, menteri hanya menyebutkan curah hujan dan permasalahan iklim, tanpa memberikan kesimpulan konkret penyebab banjir di tiga provinsi tersebut.

“Saya belum melihat, Bapak memaparkan apa penyebab banjir yang sekarang terjadi. Penyebabnya apa? Bapak tidak mengatakan ada penyebabnya,” ujar Sturman.

Ia juga mempertanyakan data penurunan deforestasi yang ditampilkan menteri. Sturman menilai aneh bahwa justru saat deforestasi menurun, banjir malah terjadi, padahal sebelumnya selama puluhan tahun tidak pernah ada banjir.

“Aneh bin ajaib, justru penurunan itu terjadi banjir. Belum pernah banjir Pak. Justru yang Bapak kata penurunan itu malah banjir. Masya Allah luar biasa ini,” sindir Sturman.

Baca Juga :  Aisar Khaled Meriahkan Festival Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa Kuansing

Dengan menampilkan foto kawasan gundul di Kecamatan Batang Turu yang porak-poranda, Sturman menuntut menteri menjelaskan solusi konkret, bukan sekadar membahas anggaran.

“Kita tidak bicara anggaran hari ini Pak. Undangannya terkait dengan banjir dan longsor di tiga provinsi. Bagaimana Bapak melihat ini, kemudian solusi terbaik untuk mengatasi ini Bapak berikan kepada kita,” tegas Sturman.

Kedua anggota DPR tersebut sepakat mendesak menteri untuk fokus pada tiga provinsi terdampak dan memberikan rencana konkret rehabilitasi hutan serta pencegahan bencana serupa di masa mendatang. **

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Adil! Petugas MBG Diangkat PPPK Penuh Waktu, Guru Honorer Belasan Tahun Hanya Paruh Waktu
Hari Desa Nasional 2026, Mendes: Bangun Desa Jadi Kekuatan Bangsa
Diduga Tercemar Toksin, BPOM Minta Nestle Stop Distribusi Formula Bayi di Indonesia
Pangkostrad Letjen TNI M Fajar Pimpin Pelantikan dan Sertijab Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad
Lindungi Perempuan dan Anak, Pemerintah Blokir Akses AI Grok
Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Kunjungan ke Turki, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Turki
TNI Gelar Pasukan Satgas Patriot III untuk Tampil di Pakistan Day
Panglima TNI Bersama Menhan RI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Berprestasi di Timika

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:15 WIB

Tidak Adil! Petugas MBG Diangkat PPPK Penuh Waktu, Guru Honorer Belasan Tahun Hanya Paruh Waktu

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:23 WIB

Hari Desa Nasional 2026, Mendes: Bangun Desa Jadi Kekuatan Bangsa

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:05 WIB

Diduga Tercemar Toksin, BPOM Minta Nestle Stop Distribusi Formula Bayi di Indonesia

Senin, 12 Januari 2026 - 09:59 WIB

Pangkostrad Letjen TNI M Fajar Pimpin Pelantikan dan Sertijab Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad

Senin, 12 Januari 2026 - 09:46 WIB

Lindungi Perempuan dan Anak, Pemerintah Blokir Akses AI Grok

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page