SUARANEWS86.COM || Warga Pontianak, Apong, bercerita ayahnya yang merupakan veteran perang kemerdekaan hingga akhir hayatnya belum bisa dikatakan sejahtera. Bahkan, kata dia, tunjangan yang diterima ayahnya sebagai veteran jauh dibawah upah minimum regional (UMR).
“Bagaimana para veteran mau sejahtera jika tunjangan yang diterima jauh dari kata cukup dengan kondisi seperti sekarang ini. Saya melihat wajar jika para veteran setiap tahunnya terus menyuarakan soal kesejateraan mereka sebagai para pejuang yang telah berkorban untuk negara ini,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Minggu (10/8/2025).
Apong melihat, para veteran bukan ingin dihargai dengan sejumlah uang, tapi paling tidak ada perhatian bagi mereka yang telah mengorbankan segalanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bukan hanya mempertaruhkan nyawa mereka, tapi mereka juga rela mengorbankan keluarga, harta, dan segalanya bagi kemerdekaan Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, warga Jakarta, Ria, juga meminta agar pemerintah memperhatikan kesejateraan para veteran.
Menurutnya, perjuangan mereka memang tak bisa dinilai dengan sejumlah uang, tapi tunjangan yang layak adalah bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah.
Dia juga menyinggung rencana kirab para veteran yang akan dilakukan hari ini di area CFD Sudirman-Thamrin, Jakarta, sebagai bentuk simbolis keresahan mereka soal kesejahteraan para veteran.
“Hargailah mereka sebagai pejuang bangsa,” katanya pada RRI Pro 3.
Hal sama juga disampaikan, warga Lampung, Leman, dan warga Sulawesi Selatan, Opu. Sebanyak 500 veteran bersama keluarganya akan menggelar kirab untuk memperingati Hari Veteran Nasional yang jatuh setiap 10 Agustus.
Kirab akan dilakukan saat hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Jakarta, pada Minggu (10/8/2025).
Sebanyak 500 veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang akan menggelar kirab tersebut.
Hal ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Salah satu tujuan kirab yang dilakukan 500 veteran dari LVRI adalah untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap veteran di Indonesia.
Selain kirab tersebut juga menjadi tempat para veteran menyuarakan kesejahteraannya kepada pemerintah. Saat ini banyak veteran yang mengalami kesulitan, karena veteran hanya menerima tunjangan senilai Rp 1.813.000 setiap bulannya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kirab Hari Veteran Nasional 2025 Inspektur Jenderal (Purn) Jacki Uly menjelaskan, penampilan drumband dari Sekolah Tinggi Ilmu Intelijen (STIN) menjadi rangkaian Hari Veteran Nasional pada 10 Agustus.
Terdapat pula iring-iringan veteran Pejuang Kemerdekaan RI (PKRI), veteran Trikora, veteran Dwikora, Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM), pramuka, resimen mahasiswa (menwa).
Gusti Bagus Saputera sebagai veteran tertua yang berusia 95 tahun juga akan ikut dalam kirab tersebut. Ia merupakan mata-mata dalam Peristiwa Pendaratan Pasukan Gajah Merah NICA di Sanur pada 1946 atau dikenal dengan sebutan Perang Puputan Margarana.
Berkat keberaniannya itu, Presiden Soekarno memberinya tanda jasa pahlawan pada 1958. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga telah menganugerahkan Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan kepadanya pada 2008. **
Editor : Reza





















