SUARANEWS86.COM || Acara bertajuk Forum Klarifikasi Pers yang digelar oleh sekelompok orang mengaku sebagai wartawan berakhir ricuh. Ketua PWI malah jadi korban dalam kericuhan tersebut.
Ketua PWI Batam dikeroyok karena ada kesalahpahaman pada kegiatan para jurnalis tersebut. Akhirnya M Khafi Ashari terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk pendapatkan perawatan setelah dikeroyok pada acara tersebut.
Menurut informasi, Forum yang diadakan di Ballroom Lavender, Swiss-Belhotel Harbour Bay, Sabtu, 14 Juni 2025, semula ditujukan untuk diskusi terkait narasi “Wartawan Bukan Preman”, namun berubah panas setelah Ketua PWI Batam, M. Khafi Ashary, menegaskan pentingnya sertifikasi wartawan sesuai ketentuan Dewan Pers.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Khafi menyatakan bahwa tanpa sertifikasi, aktivitas jurnalistik dapat diindikasikan sebagai premanisme berkedok wartawan.
Pernyataan tersebut memancing reaksi keras dari peserta forum. Suasana memanas hingga terjadi keributan. Dalam video yang beredar, terlihat Khafi dipukuli saat berusaha dievakuasi keluar ruangan oleh unit Intelkam Polsek Batu Ampar.
Aksi kekerasan itu sempat dihentikan oleh anggota PWI Batam, Faisal, yang mencoba melindungi Khafi. Namun dalam upaya tersebut, Faisal justru mengalami cedera di bagian kaki akibat terdorong dan terjatuh.
Dalam keterangan usai insiden, Khafi menyayangkan situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa PWI Batam tidak akan mundur sejengkal pun dalam melawan praktik premanisme berkedok wartawan.
“Kami tidak akan diam menghadapi hal ini. Forum yang seharusnya menjadi ruang diskusi intelektual justru diwarnai intimidasi dan kekerasan. Ini bukan diskusi, ini bentuk premanisme,” tegasnya.
Menurut Khafi, dasar hukum Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai syarat legalitas profesi wartawan telah diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010. Namun dalam forum tersebut, peserta terus menolak penjelasan yang disampaikan dan tidak membuka ruang untuk berdiskusi secara sehat.
“Kalau diskusi seperti ini, kita tidak akan pernah sampai ke titik terang. Karena itu saya memilih walk out,” ujarnya.
Namun jika mencermati jalannya forum diskusi tadi, kericuhan, tindakan pengeroyokan, hingga teriakan-teriakan yang terjadi jelas bukan mencerminkan perilaku jurnalis yang berintegritas. **
Editor : Reza




























