Kepala sekolah SMAS Bintang Laut Tidak Transparan, Diduga Alergi Terhadap Kedatangan Wartawan atau LSM

- Redaksi

Kamis, 1 Mei 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM | Bagansiapi-api —
Perlunya peran pers/media di dunia pendidikan sebagai lembaga yang melakukan kontrol sosial tidak bisa dianggap sebelah mata, terlebih dalam memberitakan informasi yang seutuhnya berdasarkan fakta di lapangan secara masif, apalagi di era sekarang semua instansi pemerintah dan swasta harus berkolaborasi untuk mewujudkan sebuah kemajuan bagi bangsa ini bukan seperti kepsek SMA S Bintang Laut, Kab Rokan Hilir Propinsi Riau.

Konfirmasi awak media Suaranews86.com di SMAS Bintang Laut tentang Permendikbud no.6 tahun 2016 tentang teknis dan juknis bosnas dan bosda pada Selasa (28/04/2025) sekira jam 13.00 wib di kantor kepala sekolah bapak Edward Pandapotan Parhusip sebagai kepala sekolah.

Dengan penuh kesal/risih mempertanyakan awak media/LSM PKRN yang berkantor di Bagan Batu Kec Bagan Sinembah, Edward Pandapotan parhusip (kepala sekolah) mengatakan apa tujuan pertanyaan bapak wartawan/LSM datang ke SMAS Bintang Laut, kalau mengenai dana BOS itu bapak langsung aja ke dinas disana sudah lengkap kami laporkan.

Kalau mengenai papan informasi penggunaan dana bos ada tapi kami sudah hapus sebab ada kebutuhan lain, dan apa dasarnya bapak wartawan/LSM PKRN menanyakan dana bos di sekolah SMAS Bintang Laut, kalau dasarnya karena papan plang dana bos bapak datang ke sekolah ini tidak logis, kemudian apa terminologi orang bapak wartawan/LSM PKRN datang ke sekolah kami,” pungkasnya sambil sibuk bermain lektop.

Dengan konfirmasi yang tidak singkron antara kepsek dan LSM PKRN pilar kesejahteraan rakyat nasional Rustam Damanik mencoba berkoordinasi dengan atasanya hingga bisa membuat suatu stetmen ataupun tanggaan mengenai kepala sekolah yang tidak terima kedatangan tim LSM PKRN Kabupaten Rokan hilir Propinsi Riau.

Rustan Damanik devisi investigasi LSM PKRN memberikan keterangan pers pada awak media Rabu (30/04/2025) sekira jam 20.00 wib di kantornya, mengatakan LSM (lembaga sosial masyarakat) PKRN setiap konfirmasi didasari dengan UU no 17 tahun 2013, organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara suka rela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan negara republik Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Kegiatan Dinkes Pelalawan Tahun 2024 Beraroma Korupsi, DPP SPKN Segera Buat Laporan

Saya Rustam Damanik mau mempertanyakan bedasarkan Permendikbud no.6 tahun 2021 dan Permendikbud no.63 tahun 2023 tentang trasparasi dana bos, namun kenapa di SMAS Bintang Laut tidak menampilkanya, sementara banyak aitem-aitem yang perlu di lihat di sekolah SMAS Bintang Laut seperti dana bos tahun 2024 tahap 1.

* Pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesment pembelajaran dan bermain Rp.6.379.000.
* Pelaksanaan administrasi kegiatan satuan pendidikan Rp.6.519.000.
* Langganan daya dan jasa Rp.6.404.430
* Penyediaan alat multi media Rp.2.855.475
* Pembayaran honor Rp.40.000.000 ini kan secara gamblang harus di tampilkan masyarakatpun harus mengetahuinya, jangan data saja di kirim ke dinas, fakta di lapangan kita sebagai LSM perpanjangan tangan masyarakat harus mengetahuinya supaya jangan pula jadi memperkaya diri sendiri.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri Babinsa Koramil 10/Sepatan Gelar Patroli Siskamling

Masih kata Rustam Damanik, ini masih mengenai dana bos sementara di SMAS Bintang Laut patut di duga di pastikan adanya uang SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) dan yang lain lagi maka saya selaku LSM PKRN devisi investigasi kab Rokan Hilir berhak datang ke SMAS Bintang Laut karena disana ada diluncurkan uang negara, namun kenapa pak kepala sekolah SMAS Bintang Laut Edward Pandapotan Parhusip mengatakan yang tak punya dasarlah, terminologi, lozis, bingung saya.

Apakah memang setiap kepala sekolah di SMAS Bintang Laut di ajarkan yayasan seperti itu mengahadapi tamu wartawan/LSM PKRN, adapula bahasa pak kepsek Edward Pandapotan Parhusip, kalau ada temuan bapak tentang guru-guru SMAS Bintang Laut jalan-jalan ke Amerika baru bapak datang katanya, inikan sangat tidak profesional, untuk itu di minta kepada bapak yayasan SMAS Bintang Laut agar meninjau kembali kinerja bapak kepsek Edward Pandapotan Parhusip. (J Manik)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Lansia di Rumbai, Diduga Ada Keterlibatan Menantu Korban
Tokoh Adat Air Tiris Soroti Sengketa Lahan, Tegaskan Status Hak Komunal
Semangat Menuntut Ilmu, Santri Aktif Ikuti Pembelajaran Ngaji dan Fiqih
Deteksi Dini Guna Perkuat Keamanan, Seksi Kamtib Laksanakan Pemeliharaan Sarana Pengamanan di Blok Hunian
Ada Mantan Menantu Saat Kejadian Pembunuhan IRT di Rumbai, Anak Ngaku Tak Tahu
Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation
Pembunuhan IRT di Jalan Kurnia 2 Rumbai Mulai Terungkap, Polisi Amankan Anak Kandung
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tronton

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:27 WIB

Polisi Ungkap Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Lansia di Rumbai, Diduga Ada Keterlibatan Menantu Korban

Kamis, 30 April 2026 - 19:21 WIB

Tokoh Adat Air Tiris Soroti Sengketa Lahan, Tegaskan Status Hak Komunal

Kamis, 30 April 2026 - 16:20 WIB

Semangat Menuntut Ilmu, Santri Aktif Ikuti Pembelajaran Ngaji dan Fiqih

Kamis, 30 April 2026 - 14:37 WIB

Ada Mantan Menantu Saat Kejadian Pembunuhan IRT di Rumbai, Anak Ngaku Tak Tahu

Kamis, 30 April 2026 - 13:31 WIB

Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation

Berita Terbaru