SUARANEWS86.COM || Teka teki tewasnya seorang ibu rumah tangga di Pekanbaru, Riau bernama Dimaris Isni (60) mulai terungkap. Korban dipukul pakai kayu balok hingga tewas dan hartanya disikat para pelaku.
Aksi brutal itu terekam jelas dalam video CCTV yang beredar luas. Dalam video itu terlihat kedatangan dua orang wanita dan dua pria pakai mobil minibus.
Setelah mobil diparkir di pinggir jalan, dua wanita masuk ke dalam rumah menyalami korban. Bahkan kedua wanita itu sempat berbincang dengan korban di ruang tamu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya sekitar 4 menit atau pukul 10.30 WIB masuk seorang pria bertopi memegang kayu broti. Tanpa basa-basi, kayu yang dipegang langsung dipukulkan ke kepala hingga leher korban.
Korban yang saat itu duduk di kursi seketika terkapar. Pelaku langsung melihat ke arah kamera CCTV yang merekam detik-detik IRT itu meregang nyawa.
Tak lama, pelaku menghancurkan kamera CCTV yang ada di ruang tamu dan ruang makan. Tak lama, datang seorang pria ke rumah dengan sepeda motor dan kembali keluar beberapa menit kemudian.
Rekaman CCTV lain menunjukkan pelaku keluar meninggalkan rumah sekitar pukul 11.14 WIB. Sementara terlihat wanita yang datang pertama kali keluar membawa tas ransel, sedangkan pria lainnya membawa tas jinjing.
Total ada lima orang terekam kamera saat kejadian selain korban. Masing-masing ada tiga pria dan dua wanita meninggalkan rumah terburu-buru.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai Iptu Dodi Vivino membenarkan video yang beredar. Bahkan, pihaknya telah mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.
“Iya (seperti video yang beredar). Ada satu orang diamankan untuk dimintai keterangan,” kata Dodi.
Pria yang diamankan itu sempat datang ke lokasi menggunakan sepeda motor. Dodi juga mengungkap pria itu adalah anak kandung korban.
“Anak kandung korban, katanya tidak tahu kalau ibunya sudah meninggal. Jadi dia ini datang, tidak masuk dan dibujuk lah sama salah satu pelaku, makanya pergi lagi dari rumah itu,” kata Dodi.
Meskipun begitu, polisi masih mendalami keterlibatan dalam kasus itu. Termasuk memburu pelaku lain.
“Masih kita dalami terus. Yang jelas motif ingin menguasai harta korban karena kan terlihat itu barang-barang korban diambil,” kata Dodi. **
Editor : Reza


























