SUARANEWS86.COM || SUMENEP – Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Korwil SPPG) Kabupaten Sumenep, Moh. Kholilur Rahman Hidayatullah, belum memberikan tanggapan terkait dugaan pendistribusian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi di SDN Lebeng Barat II, Kecamatan Pasongsongan, Rabu (16/4/2026).
Hingga Sabtu (18/4/2026), upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp belum mendapat respons. Panggilan telepon masuk berdering dan pesan terkirim dengan centang dua, namun tidak dibalas.
Sebelumnya, SDN Lebeng Barat II menolak distribusi MBG pada Rabu (16/4/2026). Penolakan dilakukan setelah pihak sekolah menemukan menu naget diduga basi dan berbau anyir. Para guru khawatir menu tersebut berisiko mengganggu kesehatan siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Assalamu’alaikum, saya Kepala Sekolah SDN Lebeng Barat II akan mengembalikan MBG hari ini tanggal 16 April 2026, dikarenakan semua nuggetnya basi/berbau anyir. Semua guru sepakat tidak akan memberikan MBG ini, takut siswa sakit perut. Mohon tindak lanjutnya dari kepala dapur MBG,” tulis kepala sekolah dalam pesan grup WhatsApp, yang diterima media.
Sebagai Korwil SPPG, Moh. Kholilur Rahman Hidayatullah bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan program MBG di Sumenep. Pengawasan mencakup standar menu, kualitas bahan baku, serta tindak lanjut dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di seluruh dapur MBG.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan soal pengawasan dan mutu distribusi MBG di daerah, khususnya jaminan keamanan pangan bagi pelajar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Korwil SPPG Sumenep maupun pihak dapur MBG terkait. (***Red)




























