Iran Lakukan Serangan Balasan ke AS-Israel, Pangkalan Militer AS di Qatar-UEA-Arab di Bombardir

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, Sabtu (28/2/2026).

Serangan balasan ini terjadi menyusul operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sasaran-sasaran di wilayah Iran pada hari yang sama.

Kantor berita Iran, Fars, menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah membidik titik-titik strategis yang menjadi markas militer AS di wilayah Teluk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Target utama tersebut mencakup Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, serta Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan langsung.

Laporan dari kantor berita negara UEA mengonfirmasi bahwa setidaknya satu orang tewas di Abu Dhabi setelah otoritas keamanan setempat melakukan intersepsi terhadap beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran.

Baca Juga :  Terlibat Judi Online, Disersi, dan Seragam Rusia: Satria Arta Terancam Bui Jika Pulang ke RI

“Pemerintah UEA mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional. UEA menegaskan hak penuh mereka untuk menanggapi eskalasi yang membahayakan warga sipil tersebut,” ujar Pemerintah UEA dikutip Al Jazeera

Di Dubai dan Abu Dhabi, dua kota utama UEA rentetan ledakan terdengar di tengah kepulan asap yang membubung ke langit. Akibat situasi keamanan yang memburuk, otoritas penerbangan UEA telah menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil sebagai langkah pencegahan.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan peringatan darurat melalui pesan singkat ke ponsel warga. Pemerintah mendesak seluruh masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas dan menuju lokasi aman atau tempat perlindungan terdekat.

“Sirene dibunyikan karena adanya bahaya. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan resmi,” tulis pernyataan kementerian tersebut sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Baca Juga :  Menteri Pertahanan dan Komandan Garda Revolusi Iran Dikabarkan Tewas dalam Serangan Brutal Israel-AS

Langkah serupa juga diambil oleh negara-negara tetangga seperti Qatar dan Kuwait guna menghindari potensi risiko lebih lanjut di jalur penerbangan komersial.

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa eskalasi ini menyebar dengan cepat ke wilayah lain di Semenanjung Arab. Kantor berita AFP melaporkan adanya suara ledakan keras yang terdengar hingga ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Situasi semakin memanas setelah AS secara resmi menyatakan serangan ke Iran. Pesawat tempur jarak jauh dan rudal presisi milik AS dilaporkan telah menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis milik IRGC di daratan Iran.  Sejumlah ledakan besar dilaporkan terdengar di beberapa kota utama Iran, termasuk pinggiran Teheran.

Presiden AS Donald Trump secara khusus memberikan peringatan kepada IRGC pasukan elite yang berada di bawah komando langsung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serta seluruh jajaran angkatan bersenjata dan kepolisian Iran.

Baca Juga :  Parlemen Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Dunia Waspada Lonjakan Harga Minyak

“Letakkan senjata kalian dan dapatkan kekebalan penuh, atau jika tidak, hadapi kematian yang pasti,” tegas Trump dalam pidatonya.

Selain ancaman terhadap militer, Trump juga menyampaikan pesan langsung kepada warga sipil Iran. Ia mendesak masyarakat untuk segera mencari perlindungan menyusul peringatan akan adanya pengeboman intensif di berbagai wilayah strategis. Namun, di saat yang sama, ia menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Republik Islam yang telah berkuasa sejak revolusi tahun 1979.

“Jam kebebasan Anda sudah dekat,” kata Trump. “Setelah operasi kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Pemerintahan itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin akan menjadi satu-satunya kesempatan bagi Anda selama beberapa generasi ke depan.” **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal
Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza
Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat
Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret
Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya
China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan Israel dan AS, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:40 WIB

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal

Jumat, 10 April 2026 - 12:23 WIB

Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza

Kamis, 2 April 2026 - 19:48 WIB

Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat

Kamis, 19 Maret 2026 - 07:10 WIB

Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret

Berita Terbaru

Oplus_131072

Hukum dan Kriminal

Aksi Curanmor di Rumbai Berhasil Digagalkan Warga, Polisi Amankan Pelaku

Jumat, 17 Apr 2026 - 18:34 WIB