Sudah Akhir Tahun 2025, Dana Pesangon Belum Juga Cair, Ketua KNPI Riau Ajak Kadisnaker Ingatkan Pimpinan RS Aulia Pekanbaru

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Rumah Sakit (RS) Aulia Pekanbaru kembali menunjukkan sikap Arogan, Angkuh dan merasa paling benar.

Sikap tak terpuji tersebut diketahui tatkala beberapa awak media yang turut mendampingi Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas nama Suhendri mempertanyakan tindak lanjut dari Pimpinan Rumah Sakit soal Dana Pesangon yang seharusnya diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun Surat Resmi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dimaksud sesuai dengan nomor register 002/PHK/DIR-AH/VIII/2025 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Aulia Hospital Pekanbaru atas nama dr Adib Rahman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terpisah, dimintai Komentarnya hari ini Minggu (30/11/2025) Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini hanya katakan bahwa, dari dulu Pimpinan maupun Manajemen Rumah Sakit Aulia Pekanbaru memang sama sekali tidak memiliki itikad yang baik dalam menjelaskan persoalan tersebut.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu mencontohkan upaya dari salah satu rekan jurnalis yang menghubungi pihak Rumah Sakit. Mempertanyakan terkait belum diberikannya Hak Karyawan tersebut sesuai dengan Surat Anjuran Disnaker. Melalui Humas Aulia Hospital Pekanbaru yang bernama Vicky, justru yang didapat hanyalah jawaban yang tak jelas. Humas Vicky tetap saja ingin melempar tanggung jawab Rumah Sakit ke pihak Mediator Disnakertrans Provinsi Riau.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Sentuh USD105.000, Sentimen Positif Dorong Lonjakan Nilai

“Bahkan Humas yang bernama Vicky tersebut justru balik bertanya soal pihak yang bersangkutan (Suhendri) Karyawan Aulia Hospital Pekanbaru yang di PHK tidak sibuk bertanya soal Pesangonnya. Oleh karena itu, tampak jelas pihak Rumah Sakit resah dan gelisah sekaligus khawatir dengan upaya yang telah berlangsung. Pihak Rumah Sakit melalui Humasnya Vicky benar-benar telah Sepele dan terkesan melecehkan kerja-kerja pers yang dilakukan Jurnalis tersebut, Wallahuallam Bissawab,” pungkas Larshen Yunus.

Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan lagi, agar sebaiknya Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau beserta Tim Mediatornya kembali mempertemukan keduabelah pihak, yakni antara RS Aulia Pekanbaru dengan Tim Pendamping Hukum Suhendri di Kantor DPD KNPI Provinsi Riau, JL Thamrin, No 2-7 Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru.

Baca Juga :  Menangkan Gugatan, Pemilik Tanah Pasang Plang Kepemilikan di PT HM Sempoerna

“Perhitungan Dana Pesangon atas nama Suhendri mesti dilakukan bersama. Rujukannya harus jelas, yakni Undang-Undang Ketenagakerjaan!!! Karena yang bersangkutan di Pecat bukan mengundurkan diri. Rumah Sakit Aulia Pekanbaru harus berani jujur. Keluarkan saja Hak-Hak beliau itu, jangan bermain-main dengan Nasib seseorang!,” tegas Larshen Yunus.

Terakhir, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu mengajak Kadisnaker Provinsi Riau untuk menegur Pimpinan Rumah Sakit Aulia Pekanbaru, karena tidak peka terhadap persoalan yang ada.

“Kemarin kami sudah hubungi Wak Mamat, Roni Rakhmat S.STP M.Si. Kadisnaker Provinsi Riau itu pastikan bahwa Hak-Hak Suhendri sebagai mantan Karyawan di Aulia Hospital Pekanbaru diberikan full, tanpa adanya pemotongan apapun. Wibawa Disnaker sebagai unsur Pemerintah harus dijaga, jangan pula pihak swasta seperti Perusahaan yang menaungi Rumah Sakit itu berbuat sesuka hatinya!,” tutup Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya meneteskan airmatanya.

Baca Juga :  Polri dan Jasa Raharja Teken PKS, Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi dan Santunan Korban Kecelakaan

Pihak Rumah Sakit Aulia melalui humas Vicky saat dimintai konfirmasi terkait surat anjuran pembayaran pesangon karyawan yang dipecat mengatakan, kami sudah memberikan tanggapan atas anjuran Disnaker, dan sudah jelaskan argumentasi hukum kami disana (di Disnaker Riau).

Kemudian setelah ditelusuri, pihak RS Aulia diduga enggan membayarkan pesangon sesuai anjuran Disnaker Riau.

Saat dimintai penjelasan berapa jumlah yang akan dibayarkan pihak RS Aulia kepada karyawan yang dipecat, Humas Vicky mengatakan, izin bertanya ya bang, pihak terkait saja tidak pernah menghubungi kami. Kenapa kok malah abang yg selalu terlibat aktif dalam hal ini?

Perlu juga abang ketahui, kami sudah menuliskan tanggapan kami atas anjuran disnakertrans.

Dari pertanyaan dan pernyataan Humas RS Aulia Vicky, terkesan risih atas pertanyaan media ini, ada dugaan pihak RS Aulia tidak mengindahkan anjuran Disnaker Riau. (Fa)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Adat Air Tiris Soroti Sengketa Lahan, Tegaskan Status Hak Komunal
Semangat Menuntut Ilmu, Santri Aktif Ikuti Pembelajaran Ngaji dan Fiqih
Deteksi Dini Guna Perkuat Keamanan, Seksi Kamtib Laksanakan Pemeliharaan Sarana Pengamanan di Blok Hunian
Ada Mantan Menantu Saat Kejadian Pembunuhan IRT di Rumbai, Anak Ngaku Tak Tahu
Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation
Pembunuhan IRT di Jalan Kurnia 2 Rumbai Mulai Terungkap, Polisi Amankan Anak Kandung
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tronton
Satgas Jembatan Kodim 0302/Inhu Kebut Perakitan Pondasi Jembatan Gantung Garuda

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:21 WIB

Tokoh Adat Air Tiris Soroti Sengketa Lahan, Tegaskan Status Hak Komunal

Kamis, 30 April 2026 - 16:20 WIB

Semangat Menuntut Ilmu, Santri Aktif Ikuti Pembelajaran Ngaji dan Fiqih

Kamis, 30 April 2026 - 15:58 WIB

Deteksi Dini Guna Perkuat Keamanan, Seksi Kamtib Laksanakan Pemeliharaan Sarana Pengamanan di Blok Hunian

Kamis, 30 April 2026 - 14:37 WIB

Ada Mantan Menantu Saat Kejadian Pembunuhan IRT di Rumbai, Anak Ngaku Tak Tahu

Kamis, 30 April 2026 - 13:31 WIB

Wahyudi El Panggabean Appresiasi Journalist Capabality Building Tanoto Foundation

Berita Terbaru