SUARANEWS86.COM || Tradisi Pacu Jalur dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menjadi sorotan publik usai tarian anak di ujung jalur mendadak viral di media sosial, termasuk di luar negeri.
Namun, muncul sejumlah komentar yang mengklaim bahwa tradisi itu berasal dari Malaysia. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Roni Rakhmat, menegaskan bahwa Pacu Jalur adalah warisan budaya asli Indonesia yang berasal dari Kuantan Singingi, Riau.
“Kami memahami dinamika media sosial. Namun, perlu ditegaskan bahwa Pacu Jalur adalah warisan budaya asli Indonesia, spesifiknya dari Kuantan Singingi, Riau,” kata Roni kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (4/7/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
la menduga klaim tersebut muncul karena kedekatan budaya dan geografis antara Riau dan Malaysia yang memang masih dalam rumpun Melayu.
“Pacu Jalur adalah milik Kuantan Singingi, Riau. Kami akan terus mengedukasi masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri, tentang keaslian dan kekayaan budaya Pacu Jalur ini,” ujar Roni
Roni juga mengatakan bahwa Pacu Jalur saat ini sedang diusulkan untuk masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO.
Kita berharap, Pacu Jalur secepatnya diakui UNESCO. Karena tradisi ini tidak hanya sekadar lomba pacu jalur, tetapi memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam,” ucapnya.
Dalam setiap perlombaan Pacu Jalur, akan terlihat seorang anak kecil yang berdiri di ujung perahu dan menari-nari. Anak ini disebut sebagai “Togak Luan”. Tarian dilakukan saat jalur berada di posisi terdepan, sebagai sinyal kepada penonton di sepanjang lintasan.
Iven Pacu Jalur Kuansing diadakan setiap tahun di Sungai Kuantan, dengan puncak acara biasanya berlangsung pada 20 hingga 25 Agustus. **
Editor : Reza





















