SUARANEWS86.COM || Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyoroti jurang kesenjangan ekonomi antara penghasilan wakil rakyat di DPR dan kaum pekerja yang semakin melebar.
Menurutnya, seorang anggota DPR RI bisa menikmati penghasilan hingga Rp154 juta per bulan. Jumlah tersebut terdiri dari gaji dan berbagai tunjangan, termasuk tunjangan perumahan Rp50 juta. “Jika dibagi 30 hari, maka setiap anggota DPR menerima lebih dari Rp3 juta per hari,” kata Said Iqbal, dikutip dari Inilahcom.
Di sisi lain, kehidupan jutaan pekerja Indonesia jauh dari kata sejahtera. Buruh kontrak di Jakarta, misalnya, rata-rata hanya mengantongi Rp150 ribu per hari. Bahkan, pekerja informal seperti pengemudi ojek online kerap hanya memperoleh Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan, atau sekitar Rp20 ribu per hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jurang kesenjangan ini sangat mencolok. Di saat rakyat harus berjuang mati-matian untuk bertahan hidup, wakil rakyat justru hidup di atas menara gading kemewahan. Ketidakadilan ini bukan hanya soal angka, tetapi melukai rasa keadilan rakyat,” tegas Iqbal.
Ia menambahkan, ketimpangan tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan negara terhadap buruh dan rakyat kecil. Karena itu, Partai Buruh bersama serikat pekerja akan terus menyuarakan tuntutan perbaikan upah, penghapusan sistem kerja kontrak yang rentan, dan perlindungan terhadap pekerja sektor informal. **
Editor : Reza

























