SUARANEWS86.COM || Inhu – Ratusan masyarakat Petani di Sekip Hilir dan Sungai Raya Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau yang sudah dari pagi menunggu kedatangan pihak BPN dan kepolisian dari tim Unit 1 Subdit III Ditreskrim Polda Riau dan Polres Inhu guna untuk plotting dilahan masyarakat petani sekip hilir dan Sei raya, Kamis (13/3/ 2025).
Setelah ditunggu tunggu akhirnya sekira pukul 16.55 WIB, baru terlihat iringan rombongan terlihat pihak kepolisian dan pasukan Brimob bersenjata lengkap mengawal dari Kantor Pertanahan Kabupaten Inhu dan dari Kantor Pertanahan wilayah Provinsi Riau serta tim Unit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Riau serta pihak kepolisian dari Polres Inhu tiba.
Kedatangan rombongan tersebut membuat masyarakat petani sekip hilir dan Sei raya berhamburan keluar dari perteduhan dan langsung menghadang sekitar tak jauh dari lokasi Balai Pertemuan Sekip Hilir,tepatnya Jalan Kampung Baru, Kelurahan Skip Hilir, Kecamatan Rengat.
Masyarakat sudah tidak ingin lagi kecolongan dan permainan lagi, untuk melakukan plotting pengambilan batas , terang saja masyarakat langsung mencegat rombongan tersebut dan para petani menolak lahan kebunnya di plotting untuk diambil titik koordinat.
Blokade para petani membuat tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Inhu atau Kantor Pertanahan wilayah Provinsi Riau bersama tim Unit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Riau dan Polres Inhu terhenti diperempatan jalan karena tolakan masyarakat setempat.

Upaya dilakukanya Ploting terhadap Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. Alam Sari Lestari (PT.ASL) untuk menentukan titik koordinatnya yang akan dilakukan oleh tim Unit I Subdit III Ditreskrimum Polda Riau di lahan petani di Sekip Hilir dan Sungai Raya berakhir penolakan dengan keras oleh masyarakat dan tidak diterima plotting dilahanya.
Penulis : Pras
Editor : Reza
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















